List of things I am not and I do not

/ Juli 29, 2014 /
- I am not a morning person
- I am not a funny little girl (not anymore)
- I am (hopefully) not a weak person
- nor I am a strong one neither
- I am not tall
- I am not an easy going and friendly kind of person
- I don't like cheese
- and I don't like cheesy stuffs/person
- I am not a socmed person (holyyyyy crap)
- I am not going crazy over Justin Bieber and Zac Efron (not anymore)
- More like I don't like those kind of faces, I adore Andrew Garfield kind of face
- I don't like wearing black
- I don't like denim jacket
- I am not a kind of person who makes the first move
- I don't speak English fluently
- or Spanish or French or Korean
- I don't really share stuffs online unless my writing
- I don't like 30 degrees and up 
- but at the same time I am not going to survive 18 degrees and below
- I don't do math well 
- I never taste alcohol and I don't like people who smoke
- I don't have an instagram account (frankly I was born in wrong century)
- because I don't like people viewing my pics
- I am not great at making diy things 
- I don't like cramp at my tummy when I got my period (more like, who does?)
- I don't think I am normal
- but it doesn't mean I think I am weird 

YOU KNOW, I CAN WRITE MORE.
BUT TSK TSK  

You're a stranger

/ Juli 26, 2014 /
Memory is a strange thing, isn't it? Sometimes it is good you don't want to lose it. Other times it hurts you don't want to keep it. And most of the times they are merely junks.

Kadang-kadang kita merasa kangen dengan berbagai hal: orang, tempat, atau benda. Kadang-kadang kenangan itu sesuatu yang pengen kita simpen, kita inget-inget, kita taruh di bagian otak yang paling aman sehingga ibaratnya kalo kita pesawat, ada kenangan yang berfungsi semacam black box buat kita sendiri. Kenangan adalah satu hal yang masih bisa tinggal sama kita saat sesuatu pergi.

Tapi kadang-kadang kenangan itu juga sampah.

Kadang-kadang kenangan baunya juga bisa busuk.

Kadang-kadang kenangan yang kita simpen adalah bagian yang bagus-bagus aja dari sesuatu yang kompleks; sehingga saat sesuatu yang kasih kita kenangan dan dia datang dengan kekompleksannya, kita kecewa. Kadang-kadang kita lupa: orang dan tempat adalah hal yang bisa berubah dan benda adalah hal yang bisa hilang. Kita berharap bertemu sama sesuatu dan saat sesuatu itu uda ketemu, kita lupa yang kita simpan adalah kenangan, kita lupa bahwa everything's temporary, dan saat kenyataan beda sama kenangan.. that shit hurts.

Let us not keep it too tight; it works like a knife. <-- the heck is this lololol

[DRABBLE] Endings

/ Juni 19, 2014 /

f(x) Krystal/Exo Kai; 640 words; romance, fluffy



"Watch the sunset and tell me again 
how endings can't be so beautiful.."


“Menyedihkan sekali sendiri di sini,”

Pemuda itu bertelanjang dada–rambut dan tubuhnya masih basah dan ia berbau seperti garam laut. Tanpa bilang permisi ia duduk di sebelah Soojung yang melongo di bawah langit berwarna oranye dalam dan motif semburat-semburat kapas yang warnanya lebih tua. Kulitnya yang sedikit gelap memantulkan warna langit itu lagi; Soojung menahan nafas sepersekian detik (seperti ia menghitungnya tanpa sadar) karena ia ingin menancapkan pemuda itu Kota Firenze, menggantikan Patung David. Ombaknya berdebur dan menyentuh ujung jari-jari kaki Soojung. Indah. Cantik.

(walau dalam jutaan, bahkan miliaran tahun cahaya Soojung tidak akan mengatakan bahwa pemuda itu memabukkan di bawah matahari yang hampir tidur.)

Menyedihkan,” Soojung menyeringai. “Coba ceritakan lagi padaku menyedihkan itu apa.”

Lalu Soojung kira bocah itu akan terbahak keras, karena pertanyaan bodohnya, dan karena hanya orang bodoh yang menanyakan pertanyaan bodoh. Setelah meneguk satu tenggakan coke dari botolnya, pemuda itu mengangkat bahu.

“Seperti kau,” (tanpa menoleh.) “Seperti kau yang duduk disini tidak tahu apa. Seperti akhir film yang sedih–tidak berarti aku suka menonton film semacam itu.”

Soojung menggigit bibir, anak rambutnya terbang perlahan. “Apa akhir sedih itu selalu menyedihkan.. Kim Jongin?”


**)


Lalu besoknya Kim Jongin (yang berkeras dipanggil Kai–tapi hey! Namamu Kim Jongin! Begitu Soojung akan berteriak) duduk lagi di tempat yang sama menunggu matahari untuk tenggelam lagi setelah puas berenang di air; dan tubuhnya akan berbau seperti garam laut. Lagi. Soojung pura-pura menguap melihatnya datang.

“Kapan kembali ke Seoul?”

Soojung nyengir. “Takut merindukanku?”

(ia tidak bercerita sebagian dari dirinya ingin meninggalkan Seoul selamanya. Sebagian dari Seoul-nya ada di cottage–ponsel, laptop, dan jurnal jadwalnya.)

Mereka berdua tetap duduk disitu sampai paling tidak pukul sembilan malam. Soojung suka bercerita tentang pekerjaannya, pelatihnya, fansnya, pita suaranya, latihannya, dan gerai pizza favoritnya. Jongin suka bercerita tentang video game, papan surfing, kimchi pedas, pembersih lantai dan Soojung mengerutkan kening sepanjang waktu karena ia adalah pemuda yang acak.

Saat matahari benar-benar tenggelam, Jongin berubah dari pengamat makanan berlemak menjadi penasehat cinta. Bisa dihitung tangan hubungan yang berakhir seindah matahari terbenam, katanya.

(dramatisasi, batin Soojung.)

Tapi, setidaknya walau berlebihan, Soojung setuju. Lagipula alasan dasarnya ia berada di sini juga tidak jauh-jauh dari akhir yang pahit. Karena tidak semuanya berakhir baik, dan walaupun rasanya seperti sesak dan terbuang ke Planet Uranus, setidaknya ia percaya tidak ada hal yang permanen. Tidak juga rasa sakit. Sebagian dari Soojung sulit menerima ada bagian yang hancur baru satu minggu lalu dan sekarang bagian itu sudah sepenuhnya pulih. Begitu cepat. Lalu sebagian lagi dari dirinya menolak keras hal itu ada hubungannya dengan romansa musim panas, Kim Jongin.

“Tidak ingin kembali ke Seoul.”

Jongin menoleh kaget. Soojung menyeringai. Butir-butir pasir menempel di dahi dan pelipisnya, dan lengannya dan lebih banyak di telapak tangannya. Matanya membulat dan Soojung bertanya, mana yang lebih bulat daripada bulan tanggal limabelas.

“Gila, lalu siapa yang bayar kartu kredit dan tagihan apartemenmu? Malaikat lotere?”

Soojung cemberut.


**)


Sore itu Kim Jongin menolak duduk. Ia berdiri di ujung pertemuan antara ombak laut dan pasir putih kecoklatan. Rambutnya kecoklatan ditimpa matahari tenggelam.

“Salah satu hal yang berakhir dengan baik disini,” Jongin tersenyum. “Adalah hari.” Lalu ia menunjuk ke arah barat. Sulit bagi Soojung untuk tidak setuju padanya saat matahari yang sudah separuh tertelan warnanya kuning keemasan seperti inti telur ayam setengah matang. Gadis itu mengangguk-angguk.

(tidak ia ceritakan hari adalah satu hal yang berakhir buruk di Seoul–pub dengan musik berdentum-dentum dan sebagainya.)

“Tahu apa pemuda pantai seperti Kim Jongin.” Soojung mendesah pelan. Tertawa kecil.

Jung Soojung berdiri dan sedikit maju sehingga air pantai menyentuh kaki, telapak, dan jari-jarinya. Ia ngeri sendiri bagaimana matahari terbenam bisa menjadi akhir yang begitu bagus, berbagai arti di atas bagus. Indah.

“Kau tahu apa yang lebih indah?”

Soojung menoleh. “Apa?”

“Awalnya,” Jongin tersenyum simpul. “Besok, Jung Soojung, besok kita lihat awal hari di suatu tempat dan ayo buktikan sebuah awal tidak kalah bagus dengan sebuah akhir.”

-end-


Here's my moodmaker list.

/ Mei 29, 2014 /
People, grab your headset, play your favorite dubstep song, close your eyes, and feel the beat.

Banyak cara yang bisa kita lakuin untuk meningkatkan mood. Salah satunya makan cokelat dan es krim. Yang lain pilih untuk hangout. Yang lain lagi mendengarkan musik.

Ini jadi kayak semacam surat Jacob yang ditulis buat Bella di novel Eclipse. Not that I'm a big fan of Twilight, puhlease.

Ini adalah postingan pertama (yang dibikin niat) (not to mention quote di postingan sebelum) yang terjadi setelah Ujian Nasional. Hi, people, meet me, anak yang sudah lulus SMA setelah dua tahun lewat padang gersang penuh terjangan, badai topan, awan hitam, laut darah, sungai keringat, dan banjir airmata, but here I aammm and I love sprinkles on my ice cream. Ujian Nasional 2014 tingkat SMA itu bener-bener nakal dan penuh halilintar, dia harus dipukul di pantatnya! Mungkin dia anak dari Gundala Putra Petir. What a mess I am setelah tiga bulan enggak nulis kaaan, iya kaaan...

Anywayyyy, somewhere in 2012, aku pernah bikin posting tentang lagu yang bikin semangat. Aku udah jarang dengerin sepuluh lagu itu lagiii :') So 2012 and late banget, aku tau (padahal baru dua tahun). Ini adalah list baru tentang lagu-lagu apa yang bikin mood naik, jangan lupa disetel di volume max pake headphone :p



1. Miley Cyrus, Party In The USA (Can't Be Tamed, 2010)

Daripada kita harus nangis-nangis darah dan buang-buang ingus liat penampilan Miley Cyrus di VMA kemarin yang bikin semua orang kena sakit jantung, kita stepback dimana Miley masih pakai rambut panjang dan pakaiannya masih lengkap. Lagu iniii pertama kali tahu dari film Pitch Perfect (2012). Cerita tentang seorang cewek yang merasa enggak pede di LA... karena, kayaknya karena dia udik atau semacamnya. Entah gimana lagu ini level adiktif-nya tinggi banget.





2. Taylor Swift, 22 (Red, 2012)




Datang dengan konsep baru rambut lurus di albumnya ini (Eh, Story of Us sama Back to December waktu rambut dia juga catokan kemana aja?) Banyak lagu bagus di albumnya, Red (liriknya excellent! Tres bien!) atau Begin Again (rasa klasik di musik videonya) atau We Are Never Ever Ever Ever Ever Ever Ever Ever Ever Getting Back Together (yang juga moodmaker, tapi ngebosenin) 22 itu tentang seorang cewek 22 tahun (jelas) (dia pernah bikin lagu 15 waktu umur limabelas juga) Beat lagu ini enggak bikin bosen, dan aku suka musik videonya.




3.  Zedd, Stay The Night ft Hailey Williams (Clarity, 2013)

Zedd, Zedd, Zedd! Setelah sakau sama lagunya Clarity (yang duet sama Fox) sekarang dia bawa Hailey Williams kayak... Zedd kamu bener-bener tau gimana cara bikin orang seneng. DJ ini imut banget. Sempat ginjal-ginjal waktu dia kebetulan tampil di award-nya MTV beberapa minggu lalu. Liriknya sih bukan untuk semacam moodmaker 'gue orang paling kuat di dunia!' tapi beatnya bagus dan Ya Tuhan Hailey Williams itu warna suaranya
(cie warna suara) bagus banget.




4. Nicki Minaj, Starship (Pink Friday: Roman Reloaded, 2012)

Pertama kali suka Nicki Minaj dari lagu Superbass 'Boy, you got my heartbeat runnin' away..' dan berlanjut ke Starship. Walau Minaj enggak terlalu klasik dan musik video-nya minta ampun demi Tuhan, tapi lagu ini juga lumayan. Disamping liriknya yang enggak terlalu bagus dikonsumsi tapi ya okelah buat moodmaker.
Lagu ini juga ada di film Pitch Perfect xD






5. Pitbull, Feel This Moment ft Christina Aguilera (Global Warming, 2012)

Adeuh, how I love Christina Aguilera! Suara dia yang bisa jadi powerful, mellow, atau apapun dengan dahsyat! Christina keren banget. Di lagu baru Say Something (lagu duet dengan A Great Big World) suara dia bikin meleleh dan di lagu ini suara dia bikin semangat! Mood yang turun, berantakan, rusak, ga jelas, amburadul bisa cepet balik. Pitbull juga punya sederetan lagu yang bikin mood naik, yang terkenal misalnya On The Floor, lagu duetnya sama J-Lo. Feel This Moment, keren!




Boleh juga dicek:
  1. Zedd ft Mathew Koma, Miriam Bryant - Find You
  2. Pharell Williams - Happy
  3. Maroon 5 - The Man Who Never Lied
  4. Jay Z ft Alicia Keys - Empire State of Mind
  5. P!nk - Fucking Perfect
  6. Owl City ft Carly Rae Jepsen - Good Time
  7. Carly Rae Jepsen - Tonight I'm Getting Over You
  8. Katy Perry - Roar
  9. Katy Perry - Hummingbird Heartbeat
  10. David Guetta ft Sia - She Wolf
  11. B.o.B - So Good
  12. Destiny's Child - Stand Up For Love
  13. Bruno Mars - Treasure
  14. Jaden Smith - Pumped Up Kicks (Like Me)
  15. Hot Chelle Rae - Tonight Tonight
  16. Hot Chelle Rae - Hung Up On You
  17. Fun. - Carry On
 Dicek lagu Korea-nya:
  1. Beast - Encore
  2. Exo K - Run
  3. Girls' Generation (SNSD) - Echo
  4. Crayon Pop - Bar Bar Bar
  5. f(x) - Electric Shock

 
Copyright © 2010 Very Important Princess. ♛, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger