Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan

Long time no see

/ April 06, 2016 /
this is just a flash update of my boring and pathetic life, since no one will read it anyway. i just noticed that this is the 4th month of 2016 and the last time I post something was like the about the time dinosaurs existed which was somewhere around august, '15. so... yeah?

---

i miss writing. really.

i really wanted to write something here. i always do. i have never forgotten the fact that i have this weird blog with the most idiot title. among the nagging my mom always said about how i wasted my "talents" (as if i have any lol what a joke) by doing nothing, i always think maybe i should just start somewhere and drop a post about a thing or two. who cares if it just a post about my little sister or about korean drama i just watched or about how do i diy my face and hair mask every saturday.

i really like to write and i want to write something actually worth to write about. it is such a pain seeing myself only able to write about my writers' block like.. that is not even a proper material to write about, let alone be my first post since eight months.

but whenever i tried to write about something (mostly fiction stuffs) even before i could reach about 500 words, i stopped. and this fucking annoying part of my brain started to tell me, "it's a trash, it's a trash."

sooo annoying,

i really miss those time where i just had something random popped out in my head and i was like, 'yeah, let's write about it.' really, i cringed so hard and face palmed myself when i read something i wrote from two or three years ago. actually, no, i cringed at everything i wrote whether it is yesterday or years ago. but something i miss about those cringy post is that i post it, i made it, i don't care who read it. i wrote for myself, just for fun. if people like it, it's a big bonus.

you know what? there's a saying that 'i'm busy' is an excuse. no matter who said it, when it is said, it's always an excuse. they said nobody is busy, it is just a matter of priority. sure, i have free time to spazz about kpop or making gifs (newest obsession aha! haha); i have time for doing my assignment for six hours a day (no kidding); i have infinite time for playing with my little cousin (bcs she is the most adorable little thing in the universe); but when it comes to writing, i always feel like i don't have time. even for a paragraph--for something nobody would read. i have personally been avoiding social medias like a plague (i begin to think those are cancerous) and this is the only place i often share my feelings or opinions about something but look how easy it is for me to abandon this place like it is nothing.

well this is just short rants. idk, let me know if you read until this point. xo!

You're more wonderful than the universe.

/ Juni 25, 2015 /
Source here


Perfection is boring.

And ugly.

Too bad, too many people crave for it. Dan bukan salah mereka, ya kan? The idea of perfection is so shining and brilliant they're being blinded by it. Idk what other expect from me, but I never expect perfection from people. It's like asking the sky to be blue the whole day and night. And it's no fun, ya kan?


Staring

/ Desember 06, 2014 /
You caught me staring,
but I caught you staring back.


And then you smiled.

--

Dengan topi snapback terbalik dan gitar tergantung di punggung, dia menengadah menatap langit. Menyaksikan kembang api dan tersenyum.

Itu, sih, yang orang lain lihat. Hal lain lagi yang mereka lihat adalah dia memakai kaus berwarna hitam dengan gambar jangkar putih di bagian depannya, dengan jaket abu-abu. Memakai celana jeans berwarna gelap yang sedikit lusuh, dan sneaker vans berwarna hitam juga. Hal lain yang mereka lihat adalah dia tersenyum--lebar. Dengan mata seperti anak kecil yang melihat tipuan sulap untuk pertama kali.

Itupun, kalau orang lain sempat lihat.

Yang aku lihat--bukan bermaksud sebagai stalker yang kurang kerjaan--dia berdiri disana dengan pandangan puas. Wajahnya senang. Kalau kau lihat dia tersenyum lebar saat mendengar ujian trigonometri dibatalkan, itu bukan wajah senang seperti itu. Kalau kau lihat matanya bersinar saat dia mendapati orang lain mau mendengar musiknya setelah dipaksa-paksa, itu juga bukan mata bersinar seperti itu. Aku berdiri lima puluh meter darinya dan aku seperti mendengar isi suaranya--dan dia bahkan tidak sadar ada aku.

Tidak apa-apa. Toh, dia hanya bakal mengingat aku cuma gadis yang sekelas dengannya di satu mata pelajaran. Dia tidak akan mengingat aku sebagai gadis cantik setengah mati yang ditemuinya di sekolah atau gadis jenius yang bisa mengira-ngira kecepatan roket untuk bisa mencapai Uranus.

Lihat dia, sendirian. Sambil memasukkan tangannya ke saku celana dan terus menengadah. Kembang api meledak-ledak dan ia terpesona. Mungkin, dia suka kembang api seperti aku suka pada kata-kata. Tak apa, kembang api sebesar ini dan selama ini hanya ada sekali setahun, biarkan dia menikmatinya walau senang di wajahnya juga terlalu berlebihan. Berlebihan, karena yang menggambarkannya aku. Tak ada yang membuat aku bisa menampakkan wajah gembira seperti itu, sepertinya.

Dengan satu gerakan dia menolehkan kepalanya.

Aku.

Menatap.

Dia melihatku.

Aku?

Aku melihatnya--dan dia melihatku? Matanya membesar, alisnya naik. Kembang api meledak-ledak.
Mungkin, mungkin, dia mengingatku juga.

Lalu dia tersenyum.


end.



a/n: Well. Hai.
Untuk kesekian kalinya menyesal karena jarang posting. Maklum laaah mahasiswa, harus lebih sibuk dari dosennya.. :p
Walaupun bukan fanfiction (karena enggak menyertakan satupun tokoh, kejadian, atau latar belakang cerita) yang berhubungan dengan idola (jijik banget sih kata idola tuh sebenernya kaya "Idola gue banget Raffi Ahmad sama Gigi.. bwehh) dan ini adalah fiction standar yang ga sempet diperhitungkan jumlah kata, genre dsb.
Udalah. Pusing. Byeee~ Ga jelas banget kan.

List of things I am not and I do not

/ Juli 29, 2014 /
- I am not a morning person
- I am not a funny little girl (not anymore)
- I am (hopefully) not a weak person
- nor I am a strong one neither
- I am not tall
- I am not an easy going and friendly kind of person
- I don't like cheese
- and I don't like cheesy stuffs/person
- I am not a socmed person (holyyyyy crap)
- I am not going crazy over Justin Bieber and Zac Efron (not anymore)
- More like I don't like those kind of faces, I adore Andrew Garfield kind of face
- I don't like wearing black
- I don't like denim jacket
- I am not a kind of person who makes the first move
- I don't speak English fluently
- or Spanish or French or Korean
- I don't really share stuffs online unless my writing
- I don't like 30 degrees and up 
- but at the same time I am not going to survive 18 degrees and below
- I don't do math well 
- I never taste alcohol and I don't like people who smoke
- I don't have an instagram account (frankly I was born in wrong century)
- because I don't like people viewing my pics
- I am not great at making diy things 
- I don't like cramp at my tummy when I got my period (more like, who does?)
- I don't think I am normal
- but it doesn't mean I think I am weird 

YOU KNOW, I CAN WRITE MORE.
BUT TSK TSK  

You're a stranger

/ Juli 26, 2014 /
Memory is a strange thing, isn't it? Sometimes it is good you don't want to lose it. Other times it hurts you don't want to keep it. And most of the times they are merely junks.

Kadang-kadang kita merasa kangen dengan berbagai hal: orang, tempat, atau benda. Kadang-kadang kenangan itu sesuatu yang pengen kita simpen, kita inget-inget, kita taruh di bagian otak yang paling aman sehingga ibaratnya kalo kita pesawat, ada kenangan yang berfungsi semacam black box buat kita sendiri. Kenangan adalah satu hal yang masih bisa tinggal sama kita saat sesuatu pergi.

Tapi kadang-kadang kenangan itu juga sampah.

Kadang-kadang kenangan baunya juga bisa busuk.

Kadang-kadang kenangan yang kita simpen adalah bagian yang bagus-bagus aja dari sesuatu yang kompleks; sehingga saat sesuatu yang kasih kita kenangan dan dia datang dengan kekompleksannya, kita kecewa. Kadang-kadang kita lupa: orang dan tempat adalah hal yang bisa berubah dan benda adalah hal yang bisa hilang. Kita berharap bertemu sama sesuatu dan saat sesuatu itu uda ketemu, kita lupa yang kita simpan adalah kenangan, kita lupa bahwa everything's temporary, dan saat kenyataan beda sama kenangan.. that shit hurts.

Let us not keep it too tight; it works like a knife. <-- the heck is this lololol

Icy Spears.

/ Februari 18, 2014 /
I always tell myself, "It's okay. People break down sometimes." And then I feel bad for telling myself such a thing because in fact, no, I'm not breaking down and it is not sometimes. It is more like constant feeling of drowning at the deep sea, and you have nothing to help yourself. I feel guilty for cannot help myself out when I'm overboard. I feel bad for letting myself down and not being strong enough to get over that sad feeling. Even I feel bad for my existence I think people has known me wouldn't bear, because, forgive me YaAllah, forgive me for having you give me this wonderful life and forgive me if I don't love it enough.

I feel bad for feeling sad because I know I shouldn't. Alot of people out there are trying to survive something more unbearable than me. You know, I should be happy because I'm not surviving cancer, drugs; having abusive parents; being sexually abused; having awfully bad grades constantly. But then again, I feel bad for it because who can control their own feeling and why do I wish I had that power? Feel what you feel, and when it's not good enough, do not feel bad about it. Just feel it instead. You don't have to blame yourself for feeling this sad and thus you were strong enough to accept it.

I feel like I'm so done, sometimes.

/ /
"I freely admit I'm confused. I'm a confused and troubled individual but at the same time... it's free!"
- Craig Ferguson

 
H-60 menuju Ujian Nasional Untuk SMA Tahun 2014. :)

Some of you may have wondered why I even bother to put that smiley little face behind my mediocre sentence. Yes, you may and you will because who won't. Final exam isn't something usually welcomed with a smile. But fck, everybody pretends so why can I.

The thing is: I'm confused. It has written with a normal size of fonts, but yeah, on my head, it was like a mega super billion large fonts.

Everybode confused, you say. Or you don't say. We may have confused over the simplest thing on the universe like whether to reach the television remote control or not because you were too lazy. We may have confused whether to take a seat D or seat E on the cinema because both were good and you're so lucky you didn't know which seat was supposed to make you luckier. We may have confused about mega super cute dresses you found and there were alot of them.. of cute dresses.. and you picked one---it's alright when you didn't feel you make the best decision because at the end of the day.. you put that dress out and wear it, you know it's good.. it's always been good.

Sooo here it is, I'll tell you.



In case youre confused about the source




Crossroads.

/ Desember 11, 2013 /
Visit the original source here


Di persimpangan jalan gadis itu berhenti. Telah ia tinggalkan cabang pertama dua ratus kilometer di belakang punggungnya, dan kini sudah didapatnya kerikil kecil menancap di permukaan kakinya. Wajahnya kotor, sedebu menempel dan bahkan sel-sel matinya tidak sabar meloncat dan menjauh meninggalkannya. Didengarnya beberapa suara menjerit-jerit di belakang, walau suara itu jauh dan samar, walau telinganya susah menjangkau dengar, namun ia menemukan sepotong kecil dari hatinya tenggelam dalam suara-suara itu--ikut memanggilnya.

Sesaat ia terduduk. Dipandangnya jauh pada jalan berkerikil dan penuh debu itu. Jalan itu sungguh bau--bunga-bunga di pinggir jalan itu bau, orang-orang yang memandangnya dari tepi jalan itu bau, dan udara yang diserap oleh gelembung-gelembung dadanya bau. Bukan bau busuk. Hanya tidak menyenangkan. Ia membenci bau itu seperti ia membenci campuran susu di kopinya, seperti ia membenci kubis di supnya. Ia membenci bau itu seperti seorang anak kecil yang membenci tidur awal saat seorang ibu memanggil-manggil ke peraduan. Ia membenci bau itu seperti matahari yang hendak tenggelam tanpa tahu keesokan harinya akan terbit lagi.

Di persimpangan jalan itu gadis itu menarik nafas berat. Ia tahu jalan mana yang harus diambil, ia hanya ragu. Keraguan itu memakan separuh otak dan hatinya, dikunyah-kunyah sampai habis, sehingga sarafnya bingung harus menyampaikan sinyal sakit kemana. Ia memandang ke jalan lain, jalan yang berkarpet rumput dan berhias pelangi. Ada keharuan menyelip menyesakkannya karena suatu waktu ia pernah mengecap manisnya madu dari sungai-sungai yang mengalir di jalan itu. Ia paham bagaimana susu dari sapi yang tinggal di jalan itu terasa dan ia tahu bagaimana segar buah yang terpetik di jalan itu ternikmat.

Tak lama kemudian, tertidurlah si gadis--di persimpangan jalan itu. Dalam mimpinya, seseorang memberinya sebuah topi untuk melindungi pandangannya dari silau matahari dan seorang tua memberinya senyum untuk mengingatkan ia masih punya hari. Tangan Tuhan ada dimana-mana, begitu kata sang tua.

Ia tahu ada tangan Tuhan.. bahkan di persimpangan jalan itu.


**)

Cieeeeee author galau.

Balik lagi setelah dua minggu menghilang ditelan Sumanto #EH. Balik lagi setelah dua minggu sembunyi tanpa kabar tanpa surat tanpa angin yang membawa bau rambut dan bau badan dan bau ketek #EH. HABIS KEMANA AJASIH? SEKOLAH AJA TUH URUSIN. Kemana katamu? Tanyakan pada Jupe yang bergoyang #EH.

Judul post ini: Crossroads.

IYA UDA TAU.

Well, latest post aku bahas tentang filosofis hidup. Dan setelah dibaca-baca lagi.. yaampun, Chey, dafuq are you talking bout? Jalang? Jalan? Anak kelas 12 SMA uda berani bilang jalang? Kini hidup wanita si kupu-kupu malam, bekerja bertaruh seluruh jiwa raga~~

I don't know wth is wrong with crossroads, it isn't even deserve to be blamed. Something beautiful about it. The way some people get confused about which way to take (one way or another.. I'm gonna met ya~) The way some people have to make decision about which one is the right way and the way others just try to find out and they're lucky enough to survive one of its cross.

Crossroads sebenarnya adalah tulisan berabad-abad yang lalu, saat umur aku masih enam belas tahun #PLISS (I know what an annoying hashtag I use, right? Wkw) Crossroads dibuat entah dengan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan apa. Crossroads cerita tentang gimana seorang cewek (dengan status gadis, remaja, labil) bingung tentang jalan mana yang harus diambil saat dia uda jauh di belakang persimpangan jalan itu. Crossroads terinspirasi dari kisah Hercules yang diambil dari buku dongeng sebelum tidur adik penulis (walaupun nggak jelas cerita itu official apa enggak karena di mitologi wikia bener-bener nggak ada! Kisah tentang Hercules yang disuruh memilih dua jalan oleh seorang dewi Olimpus untuk menebus kesalahannya: satu jalan penuh rumput, bunga-bunga, dan manis; jalan lainnya penuh kerikil, batu tajam, dan busuk.)

Ada tangan Tuhan di Crossroads. Ada bantuan di setiap persimpangan jalan :))

Teh Panas Pagi Hari

/ September 26, 2013 /
Nulis ini jam lima pagi kurang seperempat sambil nunggu mandi pagi dan setelah namatin kerjaan kuisioner buat karya tulis. Uda lama nggak nulis ya? Uda berapa dekade sejak terakhir kali nulis? Uda berapa lama sejak tuts-tuts laptop mulai dihinggapi sarang laba-laba saking lamanya nggak dipencet-pencet?

Masalahnya, uda berapa kali ngomong gitu?

Sekarang waktu mandi kurang sepuluh menit.

Dan mikir-mikir lagi hal apa aja yang uda berubah dari hidup. Banyak. Sekarang uda mau UAS semester empat, walau ngadepin Kimia-04 rasanya kayak nelen batu akik di kerongkongan, hidup masih terus berjalan. Walaupun sekarang uda jarang keluar-keluar sama anak-anak kayak pas semester dua atau tiga dulu, hidup masih terus berjalan. Walaupun adek aku uda masuk SD dan mama mulai sering ngeluh karena nilai matematikanya sering 70, hidup masih terus berjalan.

Waktu mandi masih kurang sepuluh menit aja daritadi.

Salah satu hal yang bikin males sama diri sendiri adalah... hidup mulai berasa nyata. Realistis. Dan untuk informasi aja, itu nyebelin banget. Nggak ada lagi puisi-puisi tentang spektrum pelangi, tangan ombak, dan lutut yang jatuh (?) Lucunya, rasanya balik ke dunia nyata kali ini nggak seperti nutup halaman terakhir dari buku dongeng atau novel teenlit, dimana kita masih kebayang-bayang banget... sampe kebawa mungkin ntar pagi di sekolah ada yang nyamperin tiba-tiba bawa bunga atau kita tiba-tiba percaya pangeran rambut pirang dengan kuda putih itu masih eksis. Rasanya kembali ke dunia nyata itu kayak bangun tidur, dan nyadar kalo tidur kemarin itu cuman sebagai hiburan karena besok ada pelajaran Fisika-04 misalnya.

Entah apa yang bikin manusia (atau aku) berubah jadi realistis. Saat kita berubah jadi realistis, hidup mulai sempit, memalukan, menyebalkan, sampe rasanya kita ngesot-ngesot pun masih nggak cukup. Tiba-tiba aja kuliah di jurusan HI rasanya jadi harapan yang kurang memperhatikan prospek, keuntungan, dan janji-janjinya di masa depan. Tiba-tiba aja kuliah farmasi jadi idaman semua orang gara-gara analis kimia lagi dibutuhkan banget dan kesempatan kerja disana gede banget. Tiba-tiba aja nggak ada mimpi masa kecil kita, tiba-tiba aja Layla uda nggak mencintai Majnun.......................

Plak.

Uda kurang tiga menit aja waktu mandi. Tadi tombol spasinya error, sih. Emang bener uda didiemin sarang laba-laba.

Tiba-tiba aja hari besok itu uda diramal susah cerahnya. Nyebelin, kan? Hal paling nyebelin jadi remaja yang setengah tanggung jawab setengah enggak sama sekolah adalah susah nentuin masa depan. Apalagi kalo minggu depan ada tes sumatif. Apalagi kalo masih kebayang-bayang berapa bulan lagi ke Balinya...  BERAPA...  Apalagi kalo Ujian Nasional uda taun depan aja. Cepet iya, diarep-arepin dateng.. nggak terlalu sih.

Waktu mandi uda lebih dua menit. Udaan ah postnya. Should've been time to go back to somethin we called reality :')

He doesn't familliar with the word "exaggerate."

/ Agustus 06, 2013 /
Gimana ada sih orang yang nulisnya bagus banget kayak gitu? Cowok lagi. Uda tenang, gak meledak-ledak, pemikirannya dalem banget, susah dicerna, bikin orang merenung dan mikir... yaaaa, same here. Begitu jujur sama tulisannya, gak mengada-ngada, gak berusaha bikin orang terkesan, gak persuasif, gak sok-sokan. Kenapa Tuhan bikin ada cowok SMA yang nulis kaya bukan manusia? Kenapa dia bisa nulis dengan gaya yang tenang tanpa keburu mikir kata-katanya bakal ilang? Kenapa dia nggak punya masalah sama kata-kata yang menguap? KENAPA?

Aku bilang, dear folks. Aku keren karena bisa nulis puisi berbait-bait pake rima. Aku keren karena aku baca Haruki Murakami dan Dan Brown. Aku keren karena aku ngefans banget sama Sapardi Djoko Damono. Aku keren karena aku bisa bedain sepuluh tenses berbeda dan aku merasa keren saat baru nemu padanan kata baru di urbandictionary.com. Aku keren karena blog aku statnya bisa sampai 360rb dalam satu setengah tahun. Aku keren karena aku pengen Love and Misadventure-nya Lang Leav. Aku keren saat seseorang ngutip "I swear we were infinite," dan tahu quote itu darimana. Aku keren karena di rak bukuku ada buku Pride and Prejudice. Aku keren karena aku pernah baca Anne of Green Gables dalam bahasa Inggris dan dengerin audio book-nya di youtube. Aku keren karena... KARENA CUMA AKU YANG MERASA AKU KEREN. Iya aku lagi sombong dan biarin aja abaikan yang satu ini karena aku mau nulis tentang sesuatu yang lain dan karena aku nulis dengan kecepatan empat puluh kata per menit.

Oh ya, keren karena bisa bikin list idiot tentang kenapa dan gimana jadi keren... karena itu cuman keren abal-abal. Karena cewek keren mana yang nggak langsung beli majalah Ceci waktu tau ada foto-foto Lee Donghae pake baju tidur dan rambutnya messy morning... dan AH UDA NGGAK BAHAS ITU.

Dan heck, rasanya baca sesuatu yang sederhana setelah nulis meledak-ledak itu kaya dilemparin ke awan sama bintang-bintang trus kembali lagi dan sadar kalo kita harus nginjek tanah. Rasanya kaya dikasih kain batik setelah dikasih setelan night-gown dari Gucci. Rasanya kaya kembali sama ikan asin setelah satu tahun makan ikan salmon. Rasanya kaya dikasih lagi bunga melati setelah sebulanan pake parfum Chanel No. 5. Rasanya kaya... kaya menghirup udara yang sederhana, bersih, ga pake konotasi, dan aku suka! Demi Tuhaaaaaaan... Ciptakan satu juta--bukan, satu miliar lagi orang yang nulis kaya dia. Ciptakan lagi satu triliun orang yang bisa nulis dan bikin orang-orang ngangguk-ngangguk sama tulisannya. I beg you PLEASE PLEASE PLEASE. Dunia butuh lebih banyak lagi orang yang bisa nulis tanpa kata sederhana namun memaksudkannya. Dunia butuh orang-orang dengan jari yang mengetik dengan halus di keyboard dan mikir dulu sebelum nulis tanpa ngetik tombol enter dan backspace keras-keras. Dunia butuh orang-orang yang nulis diary publically dan nunjukin sama dunia itu sendiri betapa mereka sederhana, betapa mereka nggak dibuat-buat, BETAPA AKU BUTUH JADI KAYAK MEREKA DAN NGGAK NULIS MELEDAK-LEDAK KAYAK GINI...

Betapa aku jadi Mia Thermopolis-nya Meg Cabot dan itu satu bukti lagi aku nggak bisa nulis tenang tanpa pake capslock KAYA GINI tapi masa bodo, aku habis nangis. Nangis karena baca sesuatu yang sederhana. Nangis karena ternyata hidup bisa indah banget kalo kamu tau cara nulisinnya dengan tepat. Nangis karena seseorang serasa bener-bener mikir sebelum nulis. Nangis karena selamanya aku nggak bisa nulis dengan cara yang aku pengen. Nangis karena orang lain bisa gitu. Nangis karena cuman sedikit orang yang bisa. Dan nangis karena AKU UDA NEMU SALAH SATUNYA :') Selamat selamat selamat. Cuman sedikit orang yang bisa nulis dengan jujur dan aku bukan salah satunya, TAPI KAMU IYA!

Gimana bisa ada orang nulis segitu bagusnya?

Pada Suatu Pagi Hari, -SDD

/ Juli 19, 2013 /

image source from here


Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu.
Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit, berteriak-teriak, mengamuk, memecahkan cermin, membakar tempat tidur.

Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik rintik di lorong sepi pada suatu pagi.


- Sapardi Djoko Damono

***



Jadi, di sanalah ia. Berjalan tersuruk dan pelan-pelan di antara anak-anak hujan yang mengantarnya di sepanjang lorong gelap itu. Matanya, pipinya, ia ingin semua bagian--setiap inci dari dirinya basah.

Ia merasa dadanya jatuh ke perut. Lalu diremas, dipilin, dipuntir seperti jemuran basah. Di ruang dadanya yang kini kosong, ia mulai tahu bagaimana rasanya bila mungkin kata 'sakit' benar-benar ada. Karena sekarang yang nyata ia punya. Ia menangis tanpa suara, sekali lagi, setelah menangisi semua hal yang rasanya perlu untuk ditangisi. Namun kemudian, ia berpikir, airmatanya tidak akan cukup.

Di temani anak-anak hujan ia tersuruk.

Dan ia merasa seperti tidak akan pernah sampai ke ujung lorong yang sangat, sangat jauh.


Kangen nulis.

/ Juli 08, 2013 /
Image source from here
Test. Test.

Cek posting list dulu, dong. Wow. Dua minggu nggak nulis. Iya, lo harus bilang WOW karena itu masalah banget buat gue. Nah, random kan. Efek nggak nulis dua minggu. Aku pernah nggak ngepost apapun satu bulan dan balik masih waras. Ini empat belas hari nggak balik aja kok rasanya uda schizofrenia (iya, nggak peduli tulisannya gimana) dan rasanya tangan kaku. Kata-kata berhenti di ujung lidah. Kalimat berhenti di ujung jari. Apapun lah.

Ada beberapa hal yang pantes dijadiin headline penting buat post kali ini dan semuanya akan ngomongin beberapa hal. Yang pertama aku, kedua aku, ketiga.. aku. Tunggu, ada yang lain lagi, aku.

Yang pertama, duh. Sesuai judul ya, rasanya kangen banget nulis. Uda lama banget nggak ngeklik kotak di atas dasbor, warna putih abu-abu, gambarnya pensil, judulnya tulis entri baru. Apalagi buka microsoft word atau notepad, trus tiba-tiba nulis fanfiction. Ah, uda bukan aku lagi :') Makanya kangen.

Kamu disayang? Beruntung, dong.

/ Mei 26, 2013 /
Orang disayang itu beruntung banget, ya. :')

Iya. Ini nulis dan ngepost di waktu nyolong-nyolong saat seharusnya nulis enam halaman resume dan sekarang baru nyampe empat. Tapi tiba-tiba kesangkut di twitter saat seorang temen nge-caps sms dari pacarnya dan DEMITUHANHUJANBADAI hampir nangis bacanya.

Enggak, nggak bakalan aku tulis pacarnya nulis apa. Wek. :p

Pokoknya beruntung banget kalo kamu punya seseorang yang mau sayang dan care sama kamu. Saat kamu sedih. Saat kamu jatuh. Saat kamu ngerasa bukan kamu. Saat kamu ngerasa nggak ada. Beruntung banget punya orang yang bikin kamu merasa naik roller coaster, punya sisi ups and downs. Beruntung banget kalo kamu... nggak jomblo kayak aku.

Ih. Gini-gini juga ada yang merhatiin. B)

Feminis boleh bilang kalo cewek lebih cantik saat dia berdiri di atas kedua kakinya sendiri dan NGGAK merasa butuh seorang cowok untuk care sama dia... but well, that's what we, normal girls would do. Wouldn't we? Kenyataannya, kita cewek. Kita merasa beruntung saat ada orang yang bilang kita cantik saat kita merasa jelek. Kita merasa beruntung saat ada orang yang bilang kita pintar saat kita merasa bodoh, yang bilang kita harus semangat saat kita merasa putus asa.

Iya nggak, sih? Nggak tau juga. Kalo aku ngerasa gitu.

What do you mean you aren't lucky enough?
Your Mr. Right isn't coming yet, y'know?


FUN Says, "Carry on, please?"

/ Mei 11, 2013 /

If you're lost or alone, or you're sinking like a stone... CARRY ON. ♥







"Carry On" By FUN.


Well I woke up to the sound of silence
And cries were cutting like knives in a fist fight
And I found you with a bottle of wine
Your head in the curtains
And heart like the Fourth of July

You swore and said,
"We are not, we are not shining stars"
This I know, I never said we are

Though I've never been through hell like that
I've closed enough windows to know you can never look back

If you're lost and alone or you're sinking like a stone
Carry on
May your past be the sound of your feet upon the ground
Carry on

Carry on, carry on

So I met up with some friends at the edge of the night
At a bar off 75
And we talked and talked about how our parents will die,
All our neighbours and wives

But I like to think I can cheat it all
To make up for the times I've been cheated on
And it's nice to know when I was left for dead
I was found and now I don't roam these streets
I am not the ghost you are to me

If you're lost and alone or you're sinking like a stone
Carry on
May your past be the sound of your feet upon the ground
Carry on

My head is on fire but my legs are fine
After all they are mine
Lay your clothes down on the floor
Close the door, hold the phone
Show me how no one’s ever gonna stop us tonight

'Cause here we are
We are shining stars, we are invincible
We are who we are
On our darkest day, when we’re miles away
Sun will come
We will find our way home

If you're lost and alone or you're sinking like a stone
Carry on
May your past be the sound of your feet upon the ground
Carry on

No one's ever gonna stop us tonight
No one's ever, no one's ever gonna stop, no one's ever gonna stop us tonight
No one's ever, no one's ever gonna stop, no one's ever gonna stop, no one's ever gonna stop us tonight

**)

Nah, entah kenapa lagu ini jadi berarti banget.
Puter lagu ini jadi inget lagunya Fuckin Perfect-nya P!nk, cuman lagu ini bener-bener lebih bermakna. Apalagi verse satu bikin jatuh cinta banget. Otomatis mikir, ada seorang cewek yang lagi desperate, putus asa banget, dan ada seseorang yang "mau ada" buat dia *mendadak fanfiction*

Lagu yang keren, menyentuh, dan bagus banget overall. :)

Now that's what we call a mistake.

/ April 16, 2013 /
Easily fall for someone is a mistake. :')

That's what I exactly wrote on my mobile note. Easily fall for someone is a mistake. Mistake. Mistake. Mistake. Mistake. We make mistake every single day of our lives, but fall for someone stupid is a big mistake. Fall for someone stupid and hope him to do the same is a bigger mistake. But easily fall for cute sentences, little praises, just few days texting, and then tell your bestfriend along is an EPIC mistake. And idiot, actually.

**)

Nah, gimana kalo lo juga baca?
Asdfghjkl banget tau nggak saat seseorang bilang dia suka kamu (not exactly what he said, but... hey, no difference!), lalu dia ngilang gitu aja.
Sementara kamu uda terlanjur suka sama dia.

Sadly, that was what exactly happen to me.
What-so-ever, but...
I do miss him.

(tentang) menjadi dewasa

/ Februari 06, 2013 /

Everybody grows up, kay? 

6390248467_90cde0aaa9_z_large_large
image source from here

"Entar kalo anak ini udah besar, gimana ya?"

Jadi inget pertanyaan salah satu temen yang ditujukan sama aku. Entar kalo anak ini udah besar, gimana ya? Pertama denger sih, aku kayak, ha? Aku emang udah besar. Emang kelas satu SMA itu kurang besar, ya?

But well, let's admit it.
Menjadi besar (atau mari kita menyebutnya menjadi 'dewasa') ternyata nggak seenak yang kita pikirin dulu. Emang apa sih yang kita pikirin dulu? Sepanjang aku bisa mengingat, kayaknya yang kita pikirkan adalah: jadi dewasa itu gampang banget punya duit, bisa pergi kemana-mana seenak hati, bisa nyuruh siapa aja, dan bisa makan es krim kapan aja. Jadi dewasa itu berarti nggak ada yang bisa menyuruhmu bangun pagi dan menyuruhmu tidur siang atau cepat-cepat tidur malam. Jadi dewasa berarti bisa nonton tv kapan aja.

WTH WAS I THINKING?!

Oke. Mungkin sebagian pernyataan itu bener. Untuk sekarang, walau aku belum dewasa, secara garis besar ada hal-hal yang bikin kita seneng. Seperti nggak ada orang yang akan menatapmu dengan heran saat kamu pergi ke mall sendirian dengan teman-temanmu. Nggak akan ada yang ribut tentang film apa yang baru kamu tonton di bioskop. Kamu bisa milih buku apa aja yang sampulnya kamu suka di toko buku.

TAPI ITU SALAH.

Seasyik apapun jadi orang dewasa, ternyata kamu mulai mikirin berapa uang yang cukup buat kesini, kesini, dan kesana. Kamu mulai mikirin apa yang harus kamu pakai sampai pusing karena nggak ada yang cukup bagus di lemarimu (dan kamu bertanya-tanya gimana hampir SEMUA bajumu kelihatan bagus waktu kamu masih kecil). Kamu mulai khawatir tentang bagaimana kamu terlihat; apa yang kamu bicarakan; bagaimana orang lain memandangmu bila kamu ngomong ini-itu. Kamu mulai harus menyadari sebagian yang kamu lakukan itu salah. Kamu mulai serius tentang dekat dengan beberapa orang dan harus siap menghadapi konsekuensinya.

Menjadi dewasa bukan sekedar bebas membeli apa yang kamu ingin. Ada uang dibaliknya, yang parahnya adalah uang yang harus kamu cari sendiri. Menjadi dewasa bukan sekedar memakai pakaian yang kamu suka. Ada orang-orang yang akan mengamatinya dan menilai apa yang mereka lihat. Menjadi dewasa bukan sekedar menerima semua hak, tapi juga memikul semua tanggung jawab.

(Memikul tanggung jawab. Tepat hal terakhir yang ingin aku lakukan di dunia, tapi jelas hal pertama yang harus aku lakukan.)


image source here

Percaya, deh. Orang dewasa nggak bisa nangis selama yang mereka suka. Orang dewasa nggak punya orang lain yang harus disalahin (oke, ini aku yang sinting). Orang dewasa nggak punya kebebasan untuk jujur TANPA memikirkan betapa enaknya bohong, seperti anak kecil. Orang dewasa punya sesuatu yang disebut 'realistis', satu hal yang membuat mereka gila berpikir tentang mengapa dulu waktu kecil mereka ingin jadi dewasa seperti sekarang.




Mereka sudah jadi kupu-kupu, dan mereka harus terbang.
Tapi bukan berarti selamanya terbang itu enak.
Pernah memikirkan kemungkinan jatuh dan sayapmu patah?

These songs inspired me much.

/ Desember 15, 2012 /
image source from here

A/N :  A piece of some stories. Another pointless scratch by me. Not scratch, actually. Those are unstructure story maybe. Want to write some fictions but have nothing except some inspirational songs. So, I wrote these words and just.. posted it. These wont be legit or sweet or something. Idk, I feel like an idiot. Just read, k?


**)

Kesunyian malam adalah kawannya saat bulan tak menjawab ketika ia bertanya tentang misteri gema-gema kehidupan yang makin hari makin membelitnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang arahnya pun tak ia pahami. Desir angin yang membujuk anak-anak rambutnya berbisik pelan, menyeru pada bulu kuduknya untuk berdiri, namun ia tak goyah oleh seruan-seruan untuk segera bergelung di peraduan dan membeku. Ia meracau tak jelas dan memanggil-manggil nama yang tak nyata, namun kerinduannya gamblang terpantul dari setiap kata-kata yang keluar tanpa disaringnya, nada harap yang menyayat dan air muka yang jernih meneriakkan kalimat tanya tentang kepergian kasihnya. Seseorang di balik bulan yang terdiam, ia merindukannya.

-Inspired by: Talking To The Moon, Bruno Mars

OH MY DEAR GOD,

/ Desember 07, 2012 /

Why am I writing such a thing to you? Exactly, actually I have no idea. This just came out of my mind and You are the first person (actually not person but I dont know what to call You) that pop out and well, this is me, writing a letter to beloved You. Yeah, I love You, as always.

Should I ask you, kind of "How are you?" thing? No? Good.

Cause if you asked me back so, I really dont know how to answer. Maybe I'm good and healthy outside. Looks perfectly fine, doesnt it? Looks like I dont get some kind of heavy problems involved me, or my family, or maybe my friends. I care about them. Now I need them to care about me, but they dont. This just about You and Me, right? So I'll write down some things that crap me out lately. Broke me down and mess me up. Sounds ironic.

My Maroon 5 Playlist Tonite!

/ Desember 05, 2012 /

Well, akhirnya ada juga yang nyadar kalo Maroon 5 itu nggak cuman nyanyi Never Gonna Leave This Bed sama Payphone *ashamed me! ><
Jadi ceritanya, lagi browsing dan ternyata lagu Maroon 5 sumpaaaah enak-enak dan banyak lagu yang galau. Suaranya Adam Levine, gilaa, adorable and sexy banget. Sukaa.
Ini playlist Maroon 5 malem ini! Love it. Langsung download dengan klik judul!





My favorite line from Nothing Lasts Forever:

But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way




My favorite line from Beautiful Goodbye:

And now I'm kissing your tears goodnight
And I can't take it, you're even perfect when you cry

Rekomendasi 10 Lagu Paling Galau (Edisi Barat) PART II

/ Desember 03, 2012 /

When you're happy, you enjoy the music. But when you're sad, you understand the lyrics.
-Frank Ocean


Annyeong!

Gilaa. Mau ngepost tentang lagu Barat aja masih sempet-sempetnya salam dalam Bahasa Korea. Wkwk. Makluuuum itu bahasa percakapan sehari-hari saya dengan suami saya, Kyuhyun *apaan?! -_-

Okay, serius. Sering banget iseng liat statistik blog dan keyword sumber lalu lintas paling banyak adalah 'lagu barat paling galau'. Idiiih ternyata masih banyak yg belom move-on nih yah? Haha. Tenang, kali ini bakal post lagu-lagu Barat yang galau-galau. Masih dapat menyebabkan nangis, inget mantan, ngantuk, males mandi, dan sejumlah 'manfaat' menggalau lainnya. Check ouuuuut :D Bisa langsung di download lho, klik pada judul.



Ini bukan lagu lullaby yaa, jadi nadanya agak ngebeat. But over all, dalami liriknya deh. Sebenernya ini lagu galau banget. :(

"..Jika suatu hari kau terbangun dan menyadari bahwa kau merindukanku, dan hatimu akan bertanya-tanya di mana sekiranya aku berada. Kupikir, mungkin kau akan kembali ke tempat dimana pertama kali kita bertemu, dan kau akan melihatku menunggumu di ujung jalan."

Versi cover rekomendasi dari Amy Kuney, yang nyanyi cuman diiringin sama suara piano. Cantik banget suaranya!




Original soundtrack dari Breaking Dawn part dua ini liriknya nggak terlalu ngenes, sih. Bahkan cenderung bahagia atau whatever-you-call-it. Tapi tau sendiri kan, Perri kalo nyanyi itu gimana? Suaranya bener-bener bikin meleleh. Dan aku lebih suka yang part dua, apalagi lirik tambahannya ituuu.. suka suka! Suara Steve Kazee sendiri masih agak kalah kalo dibandingin Christina Perri, tapi lumayanlah. Love this!







Dulu, pernah nangis darah (?) pokoknya nangis sampe bener-bener nangis gara-gara lagu ini. Masalahnya, aku dengerin sambil baca novel A Child Called It-nya David Pelzer dan rasanyaaaa... bener-bener, kalo pengen nangis bawang kudu dengerin ini ples baca novel itu! Dijamin nangis sepuas-puasnya. Suaranya Bruno dan meaning lagu ini jadi nilai plus. Nggak kebayang kan, malem-malem, liatin bulan dan ngomong sama bulan saking kesepiannya. :(







Bingung mau masukin lagu ini, atau Back to December ke list.
Dua-duanya sebenernya sama-sama galau. Dari segi nada, jelas Back to December lebih menang. Download lagu itu juga deh!
Cuman sekarang aku lagi suka sama lagu satu ini dan sayang kalo nggak dicantumin :3 Album Red lagunya bagus-bagus loh. We Are Never Getting Back Together yang pertama aku suka, cuman lagunya agak ngebeat.







Penyanyi aslinya Ne-yo dan sampai sekarang aku nggak tau versinya Ne-yo itu kaya gimana :P Mau download masih males, jadi versi Sabrina aja deh yaa? Gak papa yaa? Oke yaa?
Lagu ini, memperlihatkan sisi suaranya Sabrina yang lembut banget, as always. Arti lagunya masih bingungin buat aku, cuman intinya adalah tentang cowok yang nggak bisa move-on. Klise but touche.








Belom lengkap playlist lagu galau kalo nggak ada lagu  ini.
Aku uda suka lagu ini bahkan sebelum aku tahu Celine Dion dan Maroon 5 itu siapa. Aku uda suka lagu ini sebelum aku bahkan belom pernah denger nama B.o.B dan Usher. Kira-kira lagu ini launch waktu aku kelas satu SMP. Suaranya Hayley Williams itu bikin jatuh cinta setengah mati. Covernya Sam Tsui juga oke banget lho! Walaupun lirik chorusnya diulang-ulang kaya lagu Indonesia, tapi bener-bener gak bisa bikin bosen.


Versi asli penyanyinya Phil Collinst, tapi aku lebi suka versi Mariah Carey. Taulah suaranya si Carey, semacam galau kaya di lagu Hero (favorit mama+aku). Tapi versi aslinya juga bagus kok. Bagian paling galau dari lagu ini adalah liriknya. Sekilas artinya nyerempet sama lagunya Bruno Mars yang It Will Rain. Nyeritain tentang 'aku' yang nggak akan bisa hidup tanpa 'kamu'.
Ini penggalan lirik awalnya:
"Bagaimana bisa aku membiarkanmu berjalan menjauh?
Saat semua yang bisa ku lakukan hanyalah melihatmu pergi.
Karena kita telah membagi tawa dan derita
Dan bahkan airmata.."



8. Britney Spears - Everytime


Kalo biasanya dengerin lagu Britney yang addictive dan ngebeat kaya Radar atau Criminal, sekarang dengerin suaranya Britney di lagu mellow dan bikin nangis. Nggak tau kenapa, setiap dengerin lagu ini selalu bayangin Britney punya sayap trus tangannya menggapai ke atas (kaya di lukisan-lukisan gituloh) trus dia nyanyi lagu ini sambil nangis. Aku paling suka bridge-nya, I may have made it rain, please forgive me..






Mungkin semua uda pada tau lagunya, yah? Before you go away, so far away, you need to realize..
Aku suka sama suaranya Cody yang cute (kecuali di lagu Iyiyi, kedengaran annoying banget) dan aku suka banget sama Crazy But True! Wajahnya cute, tipe-tipe Justin Bieber dan Greyson Chance. Lagunya juga enak buat didengerin, tapi aku nggak suka video klipnya. Awalnya, sih bagus. Tapi di tengah-tengah pas Cody pake baju musim dingin itu agak ganggu dan nggak pas sama image cute dia. Lagunya tetep bagus kok!





Lagi-lagi, lagu yang obvious banget galaunya-_-
Aku uda pernah bilang aku suka sama suaranya Regina Spektor, Demi Lovato, tapi suarany Rihanna di lagu ini priceless banget, sumpah! Aku suka sama lagunya dan agak nggak suka sama partnya Eminem. Bagiannya oke, tapi Eminem mengubah image lagu ini persis kaya Jay-z yang mengubah image Empire State of Building-nya Alicia Keys. It's okay, though :)







**)

Akhirnya selesai juga sepuluh list! Legaaa. Karena akhir-akhir ini I get a new kind of addiction into Kpop, jadi agak susah bikin list lagu Barat. Mentok jedok-_- tapi akhirnya selesai juga, kan?
Sebenernya mau bikin part dua lagu Jadul, tapi masih gak ada inspirasi. While waiting, well, keep rock! Yeah.
Terimakasih buat yang baca. Maybe, leave some comments? ;)

 
Copyright © 2010 I'm mostly tired., All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger