Being 18 is weird.
I have no idea how can I come up with that conclusion, because once I state it in front of people in their 40s, they will look at me like, "No. 18 is fun. 18 isn't weird."
Because how can you call it fun being 18 when you wanted to stay at your bed all day like 70, when you wanted to call your stupid doodles as a piece of 'art' like you were 5. When everyone else expected you to act like 37 but treat you like you're 12. How can you call it fun when you don't want to write your essay and just pouring idiotic phrases and make it 5 pages long on your college assignment like you're still in the middle school, and how can you expect an 18 being wise and already thinking about their future and what they wanna do when only feel like yesterday they still ask if they can go to bathroom like they're still in the high school?
And they think you fall in love like you are 23. Fall hard.
18 is just a matter of a number. You can see me being 18 and act like 7 on some days, and maybe 28 on the other days. It's like being 17 or 19. There are barely any differences. You think being 18 is fun but is it only me that think being 6 is more fun?
But I guess, whatever it is, 18 is still just a number and I still go figure out what's going on.
Tampilkan postingan dengan label gila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gila. Tampilkan semua postingan
Wow.
It surprises me now how can someone be so winner and how the other be so loser.
Sadly, I'm the second.
Surprising, right? At least, buat aku. How can someone be so simple and saying that he'll fly to Europe just like he'll eat salad for breakfast. Like "nothing's big!" Gundulmu, itu pencapaian gede banget!
Sadly, I'm the second.
Surprising, right? At least, buat aku. How can someone be so simple and saying that he'll fly to Europe just like he'll eat salad for breakfast. Like "nothing's big!" Gundulmu, itu pencapaian gede banget!
Staring
You caught me staring,
but I caught you staring back.
And then you smiled.
--
Dengan topi snapback terbalik dan gitar tergantung di punggung, dia menengadah menatap langit. Menyaksikan kembang api dan tersenyum.
Itu, sih, yang orang lain lihat. Hal lain lagi yang mereka lihat adalah dia memakai kaus berwarna hitam dengan gambar jangkar putih di bagian depannya, dengan jaket abu-abu. Memakai celana jeans berwarna gelap yang sedikit lusuh, dan sneaker vans berwarna hitam juga. Hal lain yang mereka lihat adalah dia tersenyum--lebar. Dengan mata seperti anak kecil yang melihat tipuan sulap untuk pertama kali.
Itupun, kalau orang lain sempat lihat.
Yang aku lihat--bukan bermaksud sebagai stalker yang kurang kerjaan--dia berdiri disana dengan pandangan puas. Wajahnya senang. Kalau kau lihat dia tersenyum lebar saat mendengar ujian trigonometri dibatalkan, itu bukan wajah senang seperti itu. Kalau kau lihat matanya bersinar saat dia mendapati orang lain mau mendengar musiknya setelah dipaksa-paksa, itu juga bukan mata bersinar seperti itu. Aku berdiri lima puluh meter darinya dan aku seperti mendengar isi suaranya--dan dia bahkan tidak sadar ada aku.
Tidak apa-apa. Toh, dia hanya bakal mengingat aku cuma gadis yang sekelas dengannya di satu mata pelajaran. Dia tidak akan mengingat aku sebagai gadis cantik setengah mati yang ditemuinya di sekolah atau gadis jenius yang bisa mengira-ngira kecepatan roket untuk bisa mencapai Uranus.
Lihat dia, sendirian. Sambil memasukkan tangannya ke saku celana dan terus menengadah. Kembang api meledak-ledak dan ia terpesona. Mungkin, dia suka kembang api seperti aku suka pada kata-kata. Tak apa, kembang api sebesar ini dan selama ini hanya ada sekali setahun, biarkan dia menikmatinya walau senang di wajahnya juga terlalu berlebihan. Berlebihan, karena yang menggambarkannya aku. Tak ada yang membuat aku bisa menampakkan wajah gembira seperti itu, sepertinya.
Dengan satu gerakan dia menolehkan kepalanya.
Aku.
Menatap.
Dia melihatku.
Aku?
Aku melihatnya--dan dia melihatku? Matanya membesar, alisnya naik. Kembang api meledak-ledak.
Mungkin, mungkin, dia mengingatku juga.
Lalu dia tersenyum.
end.
a/n: Well. Hai.
Untuk kesekian kalinya menyesal karena jarang posting. Maklum laaah mahasiswa, harus lebih sibuk dari dosennya.. :p
Walaupun bukan fanfiction (karena enggak menyertakan satupun tokoh, kejadian, atau latar belakang cerita) yang berhubungan dengan idola (jijik banget sih kata idola tuh sebenernya kaya "Idola gue banget Raffi Ahmad sama Gigi.. bwehh) dan ini adalah fiction standar yang ga sempet diperhitungkan jumlah kata, genre dsb.
Udalah. Pusing. Byeee~ Ga jelas banget kan.
List of things I am not and I do not
- I am not a morning person
- I am not a funny little girl (not anymore)
- I am (hopefully) not a weak person
- nor I am a strong one neither
- I am not tall
- I am not an easy going and friendly kind of person
- I don't like cheese
- and I don't like cheesy stuffs/person
- I am not a socmed person (holyyyyy crap)
- I am not going crazy over Justin Bieber and Zac Efron (not anymore)
- More like I don't like those kind of faces, I adore Andrew Garfield kind of face
- I don't like wearing black
- I don't like denim jacket
- I am not a kind of person who makes the first move
- I don't speak English fluently
- or Spanish or French or Korean
- I don't really share stuffs online unless my writing
- I don't like 30 degrees and up
- but at the same time I am not going to survive 18 degrees and below
- I don't do math well
- I never taste alcohol and I don't like people who smoke
- I don't have an instagram account (frankly I was born in wrong century)
- because I don't like people viewing my pics
- I am not great at making diy things
- I don't like cramp at my tummy when I got my period (more like, who does?)
- I don't think I am normal
- but it doesn't mean I think I am weird
YOU KNOW, I CAN WRITE MORE.
BUT TSK TSK
- I am not a funny little girl (not anymore)
- I am (hopefully) not a weak person
- nor I am a strong one neither
- I am not tall
- I am not an easy going and friendly kind of person
- I don't like cheese
- and I don't like cheesy stuffs/person
- I am not a socmed person (holyyyyy crap)
- I am not going crazy over Justin Bieber and Zac Efron (not anymore)
- More like I don't like those kind of faces, I adore Andrew Garfield kind of face
- I don't like wearing black
- I don't like denim jacket
- I am not a kind of person who makes the first move
- I don't speak English fluently
- or Spanish or French or Korean
- I don't really share stuffs online unless my writing
- I don't like 30 degrees and up
- but at the same time I am not going to survive 18 degrees and below
- I don't do math well
- I never taste alcohol and I don't like people who smoke
- I don't have an instagram account (frankly I was born in wrong century)
- because I don't like people viewing my pics
- I am not great at making diy things
- I don't like cramp at my tummy when I got my period (more like, who does?)
- I don't think I am normal
- but it doesn't mean I think I am weird
YOU KNOW, I CAN WRITE MORE.
BUT TSK TSK
Cerdas-Istimewa ;)
![]() |
| Atas-kiri: Nafis, Hendri, Nicko Tengah-kiri: Hawary, Dela, Selma, Vio, Tyas, Dian, Amanda, Cintia, Maya, Mas fotografer :p Bawah-kiri: Aku cantik /plak/, Mas fotografer, Rica |
Sekian dekade selalu curhat tentang kelas CI, tapi kita nggak pernah tahu siapa aja penghuninya. Empat belas makhluk yang bakal lulus bareng ini adalah manusia-manusia paling berbakat dalam nyenengin orang dan aku suka! Walaupun aku nggak suka sama Fis-05, tapi aku suka banget sama kalian :') Kalian bertiga belas itu PENTING buat aku.. PENTING! /Iya Chey iyaaaa/ /ga jelas/
Ini dia tiga belas makhluk paling keren sedunia:
He doesn't familliar with the word "exaggerate."
Gimana ada sih orang yang nulisnya bagus banget kayak gitu? Cowok lagi. Uda tenang, gak meledak-ledak, pemikirannya dalem banget, susah dicerna, bikin orang merenung dan mikir... yaaaa, same here. Begitu jujur sama tulisannya, gak mengada-ngada, gak berusaha bikin orang terkesan, gak persuasif, gak sok-sokan. Kenapa Tuhan bikin ada cowok SMA yang nulis kaya bukan manusia? Kenapa dia bisa nulis dengan gaya yang tenang tanpa keburu mikir kata-katanya bakal ilang? Kenapa dia nggak punya masalah sama kata-kata yang menguap? KENAPA?
Aku bilang, dear folks. Aku keren karena bisa nulis puisi berbait-bait pake rima. Aku keren karena aku baca Haruki Murakami dan Dan Brown. Aku keren karena aku ngefans banget sama Sapardi Djoko Damono. Aku keren karena aku bisa bedain sepuluh tenses berbeda dan aku merasa keren saat baru nemu padanan kata baru di urbandictionary.com. Aku keren karena blog aku statnya bisa sampai 360rb dalam satu setengah tahun. Aku keren karena aku pengen Love and Misadventure-nya Lang Leav. Aku keren saat seseorang ngutip "I swear we were infinite," dan tahu quote itu darimana. Aku keren karena di rak bukuku ada buku Pride and Prejudice. Aku keren karena aku pernah baca Anne of Green Gables dalam bahasa Inggris dan dengerin audio book-nya di youtube. Aku keren karena... KARENA CUMA AKU YANG MERASA AKU KEREN. Iya aku lagi sombong dan biarin aja abaikan yang satu ini karena aku mau nulis tentang sesuatu yang lain dan karena aku nulis dengan kecepatan empat puluh kata per menit.
Oh ya, keren karena bisa bikin list idiot tentang kenapa dan gimana jadi keren... karena itu cuman keren abal-abal. Karena cewek keren mana yang nggak langsung beli majalah Ceci waktu tau ada foto-foto Lee Donghae pake baju tidur dan rambutnya messy morning... dan AH UDA NGGAK BAHAS ITU.
Dan heck, rasanya baca sesuatu yang sederhana setelah nulis meledak-ledak itu kaya dilemparin ke awan sama bintang-bintang trus kembali lagi dan sadar kalo kita harus nginjek tanah. Rasanya kaya dikasih kain batik setelah dikasih setelan night-gown dari Gucci. Rasanya kaya kembali sama ikan asin setelah satu tahun makan ikan salmon. Rasanya kaya dikasih lagi bunga melati setelah sebulanan pake parfum Chanel No. 5. Rasanya kaya... kaya menghirup udara yang sederhana, bersih, ga pake konotasi, dan aku suka! Demi Tuhaaaaaaan... Ciptakan satu juta--bukan, satu miliar lagi orang yang nulis kaya dia. Ciptakan lagi satu triliun orang yang bisa nulis dan bikin orang-orang ngangguk-ngangguk sama tulisannya. I beg you PLEASE PLEASE PLEASE. Dunia butuh lebih banyak lagi orang yang bisa nulis tanpa kata sederhana namun memaksudkannya. Dunia butuh orang-orang dengan jari yang mengetik dengan halus di keyboard dan mikir dulu sebelum nulis tanpa ngetik tombol enter dan backspace keras-keras. Dunia butuh orang-orang yang nulis diary publically dan nunjukin sama dunia itu sendiri betapa mereka sederhana, betapa mereka nggak dibuat-buat, BETAPA AKU BUTUH JADI KAYAK MEREKA DAN NGGAK NULIS MELEDAK-LEDAK KAYAK GINI...
Betapa aku jadi Mia Thermopolis-nya Meg Cabot dan itu satu bukti lagi aku nggak bisa nulis tenang tanpa pake capslock KAYA GINI tapi masa bodo, aku habis nangis. Nangis karena baca sesuatu yang sederhana. Nangis karena ternyata hidup bisa indah banget kalo kamu tau cara nulisinnya dengan tepat. Nangis karena seseorang serasa bener-bener mikir sebelum nulis. Nangis karena selamanya aku nggak bisa nulis dengan cara yang aku pengen. Nangis karena orang lain bisa gitu. Nangis karena cuman sedikit orang yang bisa. Dan nangis karena AKU UDA NEMU SALAH SATUNYA :') Selamat selamat selamat. Cuman sedikit orang yang bisa nulis dengan jujur dan aku bukan salah satunya, TAPI KAMU IYA!
Gimana bisa ada orang nulis segitu bagusnya?
Aku bilang, dear folks. Aku keren karena bisa nulis puisi berbait-bait pake rima. Aku keren karena aku baca Haruki Murakami dan Dan Brown. Aku keren karena aku ngefans banget sama Sapardi Djoko Damono. Aku keren karena aku bisa bedain sepuluh tenses berbeda dan aku merasa keren saat baru nemu padanan kata baru di urbandictionary.com. Aku keren karena blog aku statnya bisa sampai 360rb dalam satu setengah tahun. Aku keren karena aku pengen Love and Misadventure-nya Lang Leav. Aku keren saat seseorang ngutip "I swear we were infinite," dan tahu quote itu darimana. Aku keren karena di rak bukuku ada buku Pride and Prejudice. Aku keren karena aku pernah baca Anne of Green Gables dalam bahasa Inggris dan dengerin audio book-nya di youtube. Aku keren karena... KARENA CUMA AKU YANG MERASA AKU KEREN. Iya aku lagi sombong dan biarin aja abaikan yang satu ini karena aku mau nulis tentang sesuatu yang lain dan karena aku nulis dengan kecepatan empat puluh kata per menit.
Oh ya, keren karena bisa bikin list idiot tentang kenapa dan gimana jadi keren... karena itu cuman keren abal-abal. Karena cewek keren mana yang nggak langsung beli majalah Ceci waktu tau ada foto-foto Lee Donghae pake baju tidur dan rambutnya messy morning... dan AH UDA NGGAK BAHAS ITU.
Dan heck, rasanya baca sesuatu yang sederhana setelah nulis meledak-ledak itu kaya dilemparin ke awan sama bintang-bintang trus kembali lagi dan sadar kalo kita harus nginjek tanah. Rasanya kaya dikasih kain batik setelah dikasih setelan night-gown dari Gucci. Rasanya kaya kembali sama ikan asin setelah satu tahun makan ikan salmon. Rasanya kaya dikasih lagi bunga melati setelah sebulanan pake parfum Chanel No. 5. Rasanya kaya... kaya menghirup udara yang sederhana, bersih, ga pake konotasi, dan aku suka! Demi Tuhaaaaaaan... Ciptakan satu juta--bukan, satu miliar lagi orang yang nulis kaya dia. Ciptakan lagi satu triliun orang yang bisa nulis dan bikin orang-orang ngangguk-ngangguk sama tulisannya. I beg you PLEASE PLEASE PLEASE. Dunia butuh lebih banyak lagi orang yang bisa nulis tanpa kata sederhana namun memaksudkannya. Dunia butuh orang-orang dengan jari yang mengetik dengan halus di keyboard dan mikir dulu sebelum nulis tanpa ngetik tombol enter dan backspace keras-keras. Dunia butuh orang-orang yang nulis diary publically dan nunjukin sama dunia itu sendiri betapa mereka sederhana, betapa mereka nggak dibuat-buat, BETAPA AKU BUTUH JADI KAYAK MEREKA DAN NGGAK NULIS MELEDAK-LEDAK KAYAK GINI...
Betapa aku jadi Mia Thermopolis-nya Meg Cabot dan itu satu bukti lagi aku nggak bisa nulis tenang tanpa pake capslock KAYA GINI tapi masa bodo, aku habis nangis. Nangis karena baca sesuatu yang sederhana. Nangis karena ternyata hidup bisa indah banget kalo kamu tau cara nulisinnya dengan tepat. Nangis karena seseorang serasa bener-bener mikir sebelum nulis. Nangis karena selamanya aku nggak bisa nulis dengan cara yang aku pengen. Nangis karena orang lain bisa gitu. Nangis karena cuman sedikit orang yang bisa. Dan nangis karena AKU UDA NEMU SALAH SATUNYA :') Selamat selamat selamat. Cuman sedikit orang yang bisa nulis dengan jujur dan aku bukan salah satunya, TAPI KAMU IYA!
Gimana bisa ada orang nulis segitu bagusnya?
"You are a judgemental person,"
But hey, I won't say cause it'll also make me a judgemental one anyway. Where's the different then?
People and judgement. They work like cheese and burger. You can get one without another, but that'd be another story. I'm not good at so many things and judgement sometimes (or always) makes me even so much worse. They point out something from their perpective and they take it as general opinion.
I MEAN WHO ARE YOU TO JUDGE?
Who are you to say person A is ugly, person B is stupid, she's b*tchy, or he's a player, or someone you've just met is absolutely weird and abnormal?
Who are you to say I'm not good enough and things I do don't reflect behavior of a good person?
Maksudku, gila apa mereka bicara tentang sesuatu yang mereka nggak tau dimana simpul dan ujungnya? Sinting, ya, nilai orang lain yang nggak mereka suka dan menganggap semua orang berpikiran begitu lalu tiba-tiba aja bilang sama kita? Apa mereka bodoh? APA MEREKA NGGAK TAHU SAKIT HATI ITU MASIH EKSIS? Seseorang bilang kamu idiot kalo sampai mikirin apa yang orang lain pikir tentang kamu, tapi kenyataannya, kamu lebih idiot lagi kalo kamu enggak. Mereka nggak tau gimana rasanya hidup buat satu hal dan terkadang masih butuh hal lain.
Go ahead. Judge me. Kalo berani maju dan terus aja nilai orang lain, cuman pesen aja: jangan lupa buat jadi sempurna seumur hidupmu, oke?
Bodoh.
Tighten up your sweety mouth, honey. You don't know who's going on her way to insanity.
p.s: I cried half an hour ago and it hurts.
p.p.s: I'm about to crying right now.
People and judgement. They work like cheese and burger. You can get one without another, but that'd be another story. I'm not good at so many things and judgement sometimes (or always) makes me even so much worse. They point out something from their perpective and they take it as general opinion.
I MEAN WHO ARE YOU TO JUDGE?
Who are you to say person A is ugly, person B is stupid, she's b*tchy, or he's a player, or someone you've just met is absolutely weird and abnormal?
Who are you to say I'm not good enough and things I do don't reflect behavior of a good person?
Maksudku, gila apa mereka bicara tentang sesuatu yang mereka nggak tau dimana simpul dan ujungnya? Sinting, ya, nilai orang lain yang nggak mereka suka dan menganggap semua orang berpikiran begitu lalu tiba-tiba aja bilang sama kita? Apa mereka bodoh? APA MEREKA NGGAK TAHU SAKIT HATI ITU MASIH EKSIS? Seseorang bilang kamu idiot kalo sampai mikirin apa yang orang lain pikir tentang kamu, tapi kenyataannya, kamu lebih idiot lagi kalo kamu enggak. Mereka nggak tau gimana rasanya hidup buat satu hal dan terkadang masih butuh hal lain.
Go ahead. Judge me. Kalo berani maju dan terus aja nilai orang lain, cuman pesen aja: jangan lupa buat jadi sempurna seumur hidupmu, oke?
Bodoh.
Tighten up your sweety mouth, honey. You don't know who's going on her way to insanity.
p.s: I cried half an hour ago and it hurts.
p.p.s: I'm about to crying right now.
(tentang) menjadi dewasa
Everybody grows up, kay?
| image source from here |
"Entar kalo anak ini udah besar, gimana ya?"
Jadi inget pertanyaan salah satu temen yang ditujukan sama aku. Entar kalo anak ini udah besar, gimana ya? Pertama denger sih, aku kayak, ha? Aku emang udah besar. Emang kelas satu SMA itu kurang besar, ya?
But well, let's admit it.
Menjadi besar (atau mari kita menyebutnya menjadi 'dewasa') ternyata nggak seenak yang kita pikirin dulu. Emang apa sih yang kita pikirin dulu? Sepanjang aku bisa mengingat, kayaknya yang kita pikirkan adalah: jadi dewasa itu gampang banget punya duit, bisa pergi kemana-mana seenak hati, bisa nyuruh siapa aja, dan bisa makan es krim kapan aja. Jadi dewasa itu berarti nggak ada yang bisa menyuruhmu bangun pagi dan menyuruhmu tidur siang atau cepat-cepat tidur malam. Jadi dewasa berarti bisa nonton tv kapan aja.
WTH WAS I THINKING?!
Oke. Mungkin sebagian pernyataan itu bener. Untuk sekarang, walau aku belum dewasa, secara garis besar ada hal-hal yang bikin kita seneng. Seperti nggak ada orang yang akan menatapmu dengan heran saat kamu pergi ke mall sendirian dengan teman-temanmu. Nggak akan ada yang ribut tentang film apa yang baru kamu tonton di bioskop. Kamu bisa milih buku apa aja yang sampulnya kamu suka di toko buku.
TAPI ITU SALAH.
Seasyik apapun jadi orang dewasa, ternyata kamu mulai mikirin berapa uang yang cukup buat kesini, kesini, dan kesana. Kamu mulai mikirin apa yang harus kamu pakai sampai pusing karena nggak ada yang cukup bagus di lemarimu (dan kamu bertanya-tanya gimana hampir SEMUA bajumu kelihatan bagus waktu kamu masih kecil). Kamu mulai khawatir tentang bagaimana kamu terlihat; apa yang kamu bicarakan; bagaimana orang lain memandangmu bila kamu ngomong ini-itu. Kamu mulai harus menyadari sebagian yang kamu lakukan itu salah. Kamu mulai serius tentang dekat dengan beberapa orang dan harus siap menghadapi konsekuensinya.
Menjadi dewasa bukan sekedar bebas membeli apa yang kamu ingin. Ada uang dibaliknya, yang parahnya adalah uang yang harus kamu cari sendiri. Menjadi dewasa bukan sekedar memakai pakaian yang kamu suka. Ada orang-orang yang akan mengamatinya dan menilai apa yang mereka lihat. Menjadi dewasa bukan sekedar menerima semua hak, tapi juga memikul semua tanggung jawab.
(Memikul tanggung jawab. Tepat hal terakhir yang ingin aku lakukan di dunia, tapi jelas hal pertama yang harus aku lakukan.)
![]() |
| image source here |
Percaya, deh. Orang dewasa nggak bisa nangis selama yang mereka suka. Orang dewasa nggak punya orang lain yang harus disalahin (oke, ini aku yang sinting). Orang dewasa nggak punya kebebasan untuk jujur TANPA memikirkan betapa enaknya bohong, seperti anak kecil. Orang dewasa punya sesuatu yang disebut 'realistis', satu hal yang membuat mereka gila berpikir tentang mengapa dulu waktu kecil mereka ingin jadi dewasa seperti sekarang.
Mereka sudah jadi kupu-kupu, dan mereka harus terbang.
Tapi bukan berarti selamanya terbang itu enak.
Pernah memikirkan kemungkinan jatuh dan sayapmu patah?
nobody asked me a thing? so this one did.
1: What was the last book you read?
E. Lockharts' Treasure Map of Boys.
2: Do you like roller coasters?
Yeah!
3: Day or night?
Day.
4: What do you hear right now?
Fiction by Beast.
5: What would you name your son or daughter if you had one?
Maddie or Dani.
6: Do you want kids? Why or why not?
Actually? No, tbh. But people keep telling me, if youre a woman and not having any child, youre probably a shit.
7: What’s your favorite memory with your best friend(s)?
I cant pick one xD But I used to crash an old car when I was hanging out around. It was horrible, really. But we've always laugh when we remember it afterward. Tough it wasn't good, but it's remarkable.
8: How many times did it take you to pass your driver’s test?
Haven't had any.
9: The scariest dream you had?
My parent's being divorced. I woke up then, and cried alot. I though it was real!
10: How tall are you?
152, in cm. So am I a shortie? Yaaa-___-
11: The last thing you ate was…
Something called Pempek. You make me wanted more :9
12: A band you want to see live is…
Super Junior all the way!
13: Do you have a hero/someone you look up to? If so, who?
Hero? Could it be my mom?
14: Do you like to swim?
Yeah, but I'm not really an expert one.
15: Things you look for in a guy/girl?
Dont know. I haven't "type" that some girls used when they're looking for a boyfriend.
Maybe eyes or voice.
16: Has a book ever upset you?
Hmm.. let me say, yes. I love Charles Dickens but Oliver Twist just.. like the title itself says, TWISTED!
17: What was the first instrument you learned to play? (if any)
Keyboard. But unable to play any song except Brother John 'til now. lolol
18: Some of your hobbies include…
Writing, of course. Watching movies, and sleeping around (I sleep much and unnormally!)
19: How do you deal with anger?
I'd just write something bad about them and throw some impolite words. Useless, I know. But I'm not kind of that people who shout loudly with blurry eyes or something like that.
20: Something you like about your appearance is…
My eyes? The fact that I'm skinny haha (ppl dont hate me pls!!)
21: What was the last movie you watched?
Hmm, The Hunger Games, I guess. Or Habibie&Ainun?
22: Do you have a favorite ghost story? What about a personal ghost story?
Nah, I dont have horror story book on my bookshelf. If anything, I'd go for detective story like Sherlock Holmes.
23: Where is the farthest from home that you've gone?
Capital city, Jakarta. Not far enough, wish I could say New York or Paris or SEOUL!
24: Have you met anyone through Tumblr that you'd like to meet irl?
Once upon a time, my Tumblr had deactivated and I just stole these question from someone's blog.
So, nope.
25: Do you look like your parents?
Probably my mom.
26: Things you have in common with your parents?
Hmm. We're not taking things way TOO serious. We love music, though most of it wasn't in same genres. And yeah, we'd love to go on vacation every weekend.
27. What is to the right of you?
My angry bird doll :))
28: A favorite memory with a sibling?
Cant think any, not that I havent. I just forgot, so sorry.
29: What is something you wish you'd done?
School. I wish I had done that one! ^%^&%**(*(&&%%$
30: What are some of your favorite blogs?
None. Haha kidding. I mostly go on some writer's blog and love them but none of them really was my fave.
31: Do you sing in the shower?
Yepp. Alot and aloud.
32: Something others have described you as...
Childish. Sometimes, immature (but not in a really bad way). The skinniest person ever (I dont even want to be) and have a shrill voice.
33: Name of every pet you've had...
Kiko, Dory, Nemo.
34: Your favorite superhero?
Ah, I'm not that into superhero movies.
35: Two of your fears are...
Cockroach and not-being-able-to-graduate-soon.
36: What you're majoring in in college/what you plan to major in...
Literature.
37: What is your favorite season?
Fall and winter. But here, we dont have 4seasons like sub-tropic countries do.
38: The best vacation you took?
Any time we went to beach.
39: Why your best friend is your best friend.
Which one? Well, because I've spent a good time with them and had laughed soooo much!
40: How did you come across your favorite band?
One of my friend loves KPOP so much and tells me anything about Suju. And I began to love them too :)
41: Occupations you wanted as a little kid?
An author.
42: Are you an introvert or extrovert?
Introvert one.
43: When was the last time you drank?
I have never.
44: How many pillows do you sleep with?
Only one, and a bolster.
45: Are you a "safe" driver?
No, I dont drive. But my dad always told me so and so, that "..seatbelt is very important." Yeah, whatever.
46: Something that's bothering you right now?
My trigonometry test result.
47: How many cds do you own?
I didnt count them, for God's sake!
48: How many books do you own?
Read 47th answer one more time.
49: How many aunts and uncles do you have?
I have sooooo many so dont ask me pls (I'm annoying, I know)
50: "Top 5" [Something]
Top of what? Music? Movies? Food? People?
I dont feel like I'm gonna anwering this one. So, let us just post it haha x)
**)
a/n: so, is this weird? found any gramatical error?
yeah. we dont speak english here so i'm sorry if this stuff looks terrible. keep calm and love Super Junior.
byeee ppl :P
**)
a/n: so, is this weird? found any gramatical error?
yeah. we dont speak english here so i'm sorry if this stuff looks terrible. keep calm and love Super Junior.
byeee ppl :P
hello february.
BEBERAPA HAL YANG MEMBUAT HARIMU NGGAK MASUK AKAL DAN NGGAK TERASA BEGITU BAIK:
Apakah harimu menyenangkan? Apakah harimu berlangsung cukup baik? Atau, apakah harimu buruk, terdengar konyol, dan kedengarannya begitu tragis sampai-sampai kamu nggak percaya kamu baru saja menjalaninya?
Yang terakhir adalah hariku. Well, let us see kenapa aku punya hari yang super duper dorky, geeky, dan nerdy banget:
1. Duduk di kantin bermeja panjang yang di hari-hari baiknya bersih dan di hari-hari buruknya, ehm, banyak permen karet yang nempel. Bengong di sana, dan nggak sengaja denger seseorang dari kelas A1 atau A2 (Atau kelas B?) yang cantik dan sedikit populer bilang, "Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar." Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar. Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar. Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar.
Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar! Good shot, Miss-_-
2. Masih duduk di kantin, dan siap-siap menambah daftar dari program sekolah sehat (yang konyol), karena terkejut gara-gara ada dua lubang baru di sebelah kanan SETIAP meja kantin di sekolah. Bukan lubang semacam Black Hole, atau lubang perangkap tikus yang ada di film-film kartun. Tapi dua tempat sampah berwarna biru (artinya organik) dan kuning (artinya anorganik). Serius deh, siapa sih yang butuh makan sementara ada dua tong sampah di sebelahnya? Aku jadi inget film Wimpy Kid pertama dimana Greg Haffley harus nahan siksaan gara-gara nggak dapat kursi di kantin sekolah dan terpaksa makan di sebelah tempat sampah. Nah, di sekolahKU? Kami harus makan dua kali istirahat di semua tempat dan nggak ada kemungkinan untuk jauh-jauh dari tempat sampah. Mereka seriusan lucu banget. Aku tahu maksudnya, sih, supaya murid-murid yang baru makan camilan yang ada bungkusnya bisa berdiri dan langsung buang bungkusnya disana dan nggak lupa meninggalkannya di meja kantin. Tapi mereka BISA kan nggak meletakkannya di sebelah kanan meja? Mereka bisa meninggalkan tong-tong itu di sebelah air mancur (yang secara nggak resmi seperti pintu keluar dari kantin). Perut mereka kuat banget, deh. Serius.
3. Merasa seperti kayu berjalan sepanjang hari karena ada rasa sakit seperti ditusuk-tusuk di lengan dan perut. Itu namanya sial karena beberapa orang beruntung di kelasku nggak merasa tubuhnya sakit sama sekali setelah tes olahraga fisik kemarin. Sekolah kami nggak punya gymnasium, dan tes-tes seperti sit up, back up, dan push up (atau kita bakalan menyebutnya penyiksaan nggak alamiah) dilaksanakan di aula besar yang lantainya keras dan dingin. Jadi ceritanya, setelah beberapa lama Pendidikan Jasmani cuma diisi dengan latihan kelenturan atau apa, minggu ini mereka ngadain tes. Aku uda pernah dites dengan penyiksaan nggak alamiah waktu SMP dulu. Parahnya sekarang, aku cuman dapet 18 sit up, 49 back up, dan 19 push up kali ini. Semuanya masing-masing dalam 30 detik. Itu uda lumayan. Yang nggak lumayan adalah aku bangun pagi-pagi dan merasa nggak bisa bergerak (kalau kalian lihat music video Shock-nya Beast dan ada bagian saat Yoseob diikat pake kabel-kabel kawat dan ekspresinya kesakitan, mungkin kayak gitu rasanya). Sakitnya sih, udalah. Tapi yang bikin sebel adalah penyebabnya. Aku nggak pernah paham kenapa kita butuh Pendidikan Jasmani yang dinilai pakai angka dan huruf. Karena Pendidikan Jasmani kerjanya seperti pelajaran musik, ada bakat tertentu yang membuatmu nggak bisa dapat nilai A atau 80 disana. Atau kenapa kita harus menjalani penyiksaan nggak alamiah seperti itu. Seriusan deh. Hal terakhir yang dibutuhkan cewek-cewek adalah mendapati lengan dan kaki membesar gara-gara otot. Well, mungkin sebagian cewek mau, tapi jelas aku nggak. Aku mungkin terlalu kurus sekarang, dan protes saat aku uda gemuk nanti. Tapi sebuah protes nggak akan cukup saat kamu mendapati ada otot-otot bermunculan di tubuhmu. Eugh.
Nah, sekarang sadar kan kenapa hariku nggak masuk banget dalam hitungan hari terbaik sepanjang masa? Yep. Ini bukan jenis hari dimana ada pesawat alien tiba-tiba parkir di depan rumahmu (hari mengejutkan) atau hari dimana tiba-tiba seorang cowok bilang kamu cantik (hari mustahil). Ini cuma hari biasa. Hari Jum'at yang nggak ada istimewanya.
TAPI
Ini bulan Februari. Jadi apa? Tanggal 3 adalah ulang tahunnya Cho Kyuhyun. Tanggal 14 adalah International Forever Alone Day. Dan blog ini akan ulang tahun yang pertama buat bulan ini! It's your fckn birthday month, honey. Celebrate it all the way!
HAPPY BIRTHDAY! DONT WASTE YOUR BIRTHDAY CANDLE WISH ON ME! LOL.
These songs inspired me much.
![]() |
| image source from here |
A/N : A piece of some stories. Another pointless scratch by me. Not scratch, actually. Those are unstructure story maybe. Want to write some fictions but have nothing except some inspirational songs. So, I wrote these words and just.. posted it. These wont be legit or sweet or something. Idk, I feel like an idiot. Just read, k?
**)
Kesunyian malam adalah kawannya saat bulan tak menjawab ketika ia bertanya tentang misteri gema-gema kehidupan yang makin hari makin membelitnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang arahnya pun tak ia pahami. Desir angin yang membujuk anak-anak rambutnya berbisik pelan, menyeru pada bulu kuduknya untuk berdiri, namun ia tak goyah oleh seruan-seruan untuk segera bergelung di peraduan dan membeku. Ia meracau tak jelas dan memanggil-manggil nama yang tak nyata, namun kerinduannya gamblang terpantul dari setiap kata-kata yang keluar tanpa disaringnya, nada harap yang menyayat dan air muka yang jernih meneriakkan kalimat tanya tentang kepergian kasihnya. Seseorang di balik bulan yang terdiam, ia merindukannya.
-Inspired by: Talking To The Moon, Bruno Mars
OH MY DEAR GOD,
Why am I writing such a thing to you? Exactly, actually I have no idea. This just came out of my mind and You are the first person (actually not person but I dont know what to call You) that pop out and well, this is me, writing a letter to beloved You. Yeah, I love You, as always.
Should I ask you, kind of "How are you?" thing? No? Good.
Cause if you asked me back so, I really dont know how to answer. Maybe I'm good and healthy outside. Looks perfectly fine, doesnt it? Looks like I dont get some kind of heavy problems involved me, or my family, or maybe my friends. I care about them. Now I need them to care about me, but they dont. This just about You and Me, right? So I'll write down some things that crap me out lately. Broke me down and mess me up. Sounds ironic.
already i'm so lonesome i could die
.
.
jadi, ceritanya ini jam 17:45 dan aku belom mandi.
nggak penting sih.
kenapa judulnya itu? kenapa?
hari ini tiba-tiba ada kabar deadline musikalisasi puisi. makasih loh, yaa buat bu henny. karena kelompok saya bahkan belom punya bayangan ntar musikalisasi itu kayak gimana.
untung nemu lagu itu.
isn't it wonderful?
song makes us unite. just like that one did. entah kenapa, dengerin lagu itu. judul puisinya sahabat. dan ada aura-aura mau berpisah karena aku nggak tau senin depan MASIH di A18 apa nggak.
.
.
kenapa kalo nulis post sekarang ada titik-titiknya? those dots, just like this post. kind of stuffs you'd probably like to throw out and...
eat? like a meal?
aduh nggak tau deh. pokoknya lagu itu enak. so kiss me and smile for me. tell me that you'll wait for me. hold me like you'll never let me go.
cause i'm leaving on a jetplane...
oh ya, besok ada remed matematika sama fisika. argh.
cuman mau beritahu itu aja
oh babe, i hate to go..
what if?
should i give up? or should i just keep chasing pavement?
tadi, seseorang bilang, "Uda ada calon tujuh anak buat kembali ke reguler."
and i was like, "Seriously? Tujuh? Seseorang pasti bercanda."
well, nyesek banget.
kalo kamu liat film thriller dan dari delapan belas tokoh cuman tujuh orang yang mati, itu tergolong cuman dikit.
tapi kalo kamu lagi naik bus, busnya kecelakaan, dan kamu ngalamin sendiri, *naudzubillah deh* dan ada tujuh dari delapan belas orang yang meninggal..
kamu baru bakalan tahu kalo ternyata TUJUH ITU BANYAK. Banget.
kadang aku mikir, oke, nggak papalah kembali ke reguler.
dunia juga nggak akan kiamat meski aku turun dan keluar dari kelas itu.
tapi terkadang mikir juga hal-hal aneh kayak, "Mungkin aku bukan anaknya ayah-mama lagi kalo aku turun ke reguler." atau, "Mungkin nggak akan ada orang yang mau temenan sama aku lagi kalo aku turun ke reguler." atau, "Kamu bakalan jadi orang paling bodoh, idiot, dan keliatan nggak punya otak kalo sampe turun ke reguler!"
which is, jlebb banget.
aku sudah berkali-kali bilang sama diri aku sendiri, "Udalah. Turun ya turun aja. Ngapain dibikin ribet?"
dan uda berkali-kali bilang ke temenku, ratih, "Aku uda pasti turun ke reguler dan aku uda siap."
tapi, ternyataa *ketawa sumbang* aku nggak sesiap itu.
tetep aja rasanya kaya ada yang mukul-mukul dadaku.
to feel like you have such a big power, that was an amazing feeling.
to feel like you're the special one, have a class, and different (in a good way), that was a precious feeling.
mungkin, aku cuma merasa nggak siap dianggap biasa lagi.
dianggap bodoh lagi.
dianggap nggak punya keistimewaan lagi.
dianggap aneh lagi.
dan dianggap-dianggap lainnya.
karena aku uda jadi seseorang yang 'biasa' seumur hidupku dan nggak ada cara untuk merubahnya.
aku uda jadi seseorang yang 'bodoh' sepanjang umurku dan nggak akan ada yang pendapat yang menggantinya.
aku capek.
just let it flow. let it be.
but i just couldn't.
they say it isn't a very big deal to back to usual place you used to be.
but actually, it is. sorry to say such thing.
aku jadi inget seseorang yang pernah bilang, "Carry on, please?"
itu sederhana.
tapi kalimat itu masih aku inget sampe sekarang.
seseorang yang jauh, tahu aku bakal nyerah sebelum tanding, dan dia ngucapin kata-kata itu.
asdfghjkl.
kyuhyun-ah? dongsoo-ya? what if...
what if i told you if there was a sunshine, in the end of the tunnel?
/but never give up on anybody. or anything. miracles do happen everyday./
**)
a/n: aku bener-bener suka bulan november, tapi buka catatan awal bulan sama curhatan galau kaya gini. :'(
aaah, galau maksimal malem ini. minggu depan rapot semester satu dibagi.
dan senin, hari yang menentukan. akankah tetep di A18? atau ikut moving-class kaya yang lain?
aku. belom. siap.
Nah, lho? Lee Dongsoo itu siapa?
Dongsoo itu siapa? Kamu bertanya-tanya.
Kahlil Gibran: Ia adalah halimun yang dijatuhkan Tuhan dari ketinggian dan bintang-bintang meneguk anggur yang muncul dari lembah-lembah cinta. Pilar-pilar kuil Athena berbisik padanya dan Tuhan berkata "Kun Fayakun, yang terjadi, terjadilah." *eh
Isaac Newton: Ia adalah sigma F sama dengan nol, yang artinya, apabila dijatuhkan dari ketinggian, maka gravitasi cinta akan menariknya kembali dan disini berlaku hukum aksi-reaksi cinta yang kita kenal sebagai hukum Newton ketiga.
Aristoteles: Premis daripada seorang Lee Dongsoo adalah dua pernyataan 1) Lee Dongsoo adalah manusia yang mencintai. 2) Lee Dongsoo mengenal Chaerim. Maka ditarik kesimpulan bahwa seorang zoon politicon seperti Dongsoo adalah Lee Dongsoo adalah manusia yang mencintai Chaerim *eaa
FBI: Kami akan mencari tahu siapa itu Dongsoo. Langkah pertama dalam struktur pencarian adalah, kami mencari tahu siapa namanya, tunggu kami sudah tahu namanya. Lee Dongsoo, kan? Langkah kedua dalam struktur pencarian adalah, kami mencari tahu siapa yang menyukainya, tunggu kami sudah tahu siapa yang menyukainya, Han Chaerim, kan?
SBY: Maka, dengan pertimbangan yang telah melewati proses panjang tentang keadaan Ekonomi Indonesia lima tahun kedepan, bisa dipastikan Dongsoo adalah seseorang yang dipasangkan dengan pasal-pasal tertentu yang telah kita ketahui bersama-masa, dengan Chaerim.
Edward Cullen: Aku tidak tahu siapa itu Lee Dongsoo, Bella. Kaum kami tidak hidup dan menjawab seperti manusia pada umumnya. Kau akan aman dan tidak ada yang perlu diperebutkan, dia adalah milik Chaerim. Aku akan pastikan itu. Carlisle dan Esme pasti bisa mengerti.
Masa tokoh terkenal nggak ada yang tau Lee Dongsoo. Payah! Berikut menurut guru-guru saya:
Bu Okta: Karena Dongsoo duduk dengan posisi W cos Teta, Massanya lima kilogram dan percepatan A sama dengan 5 m/s, jarak Vo dan Vt 30 m, dan hasil Percepatan sentripetal yang ditempuh Dongsoo, maka Dongsoo akan menghampiri Chaerim dalam waktu satu seperempat detik.
Pak Sujitno: Penulisan nama Lee Dongsoo tidak sama dengan binomial nomenklatur, ya. Eee, Volvox Globator itu kan Protista mirip tumbuhan, ya. Jadi bisa ditarik kesimpulan karena nyamuk Anopheles betina menyebarkan benih malaria dan menyebabkan cincin-cincin di eritrosit manusia, jadi nanti Lee Dongsoo menyebarkan cincin-cincin di tangannya Chaerim, ya.
Bu Ida: Kalau kita perhatikan, siapa itu Dongsoo, kan sudah kelihatan dia itu tidak menganut teori perjanjian pembentukan negaranya Thomas Hobbes. Jadi dia pasti tidak masuk warga negara dalam bentuk kenegaraan Dominion. Kalau menurut Pancasila, sama Undang-undang pasal 23 ayat 11 tahun 1996, berarti hak kepemilikannya atau property rights-nya itu ada sama Chaerim.
Bu Endah: Nah, kalo mencari Dongsoo, lambangnya X 1 itu bisa disiasati. Pintar-pintar pake rumus. Kalau pake grafik atau eliminasi itu agak susah. Jadi pakai subtitusi saja. Kalau Dongsoo itu lambangnya alfa, berarti nanti Chaerim beta. Nanti Dongsoo disubstitusikan ke Chaerim. Gampang, kan? Susahnya dimana?
Dongsoo! Oppa! Nggak ada yang tahu siapa dia!
Baiklah. Saya jelaskan, yaa...
Awal penciptaan (?) Dongsoo itu berawal dari kepengen punya pairing OC kaya Hyunra *Halo, Hyunra-ya* Dia punya semacam OC buat OTP Hyunra sendiri, namanya Jaeyoung. Well, aku juga pengen Chaerim di pairing sama siapa gitu. Dan jadilah, Lee Dongsoo yang seksi dan menggoda *ala Ratih* *No pervert* *No Bash* *Lo kira fandom chey?*
Bedanya sama Jaera couple (check Jaera disini), mereka punya visual. Kalo Chaesoo nggak punya. Biarlah mereka tetap di angan-angan saya. Atau anggep aja Dongsoo itu Kyuhyun-ku yang manis dan adiktif. Ganteng dan evil.
Aku nggak tau kapan Dongsoo lahir. Uda lupa. Yang jelas waktu itu langsung sms Hyunra dan bilang, "Aku uda punya pair buat Chaerim!"
Itulah Dongsoo *eh, nggak jelas banget ya?*
Intinya: Dia OTP-nya Chaerim dan akan terus begitu! Apa kau pikir dia akan berubah? --> efek drama Korea
Nah, itu dia siapa Dongsoo. Buat tokoh-tokoh yang dicantumkan di atas, maaf yaa, bukan salah eke kalian semua salah. Einstein boleh dinobatkan sebagai Orang Abad Ini oleh Koran The Times, tapi menyangkut Dongsoo dan Chaerim, dia nggak tahu apa-apa. Bu Okta boleh kasih modul Fisika 06 ke kelas CI semester satu, tapi dia nggak boleh kasih modul apa-apa tentang Dongsoo dan Chaerim. *eh*
Sekiaaaan.
Much love and hugs,
Chaesoo
Kahlil Gibran: Ia adalah halimun yang dijatuhkan Tuhan dari ketinggian dan bintang-bintang meneguk anggur yang muncul dari lembah-lembah cinta. Pilar-pilar kuil Athena berbisik padanya dan Tuhan berkata "Kun Fayakun, yang terjadi, terjadilah." *eh
Isaac Newton: Ia adalah sigma F sama dengan nol, yang artinya, apabila dijatuhkan dari ketinggian, maka gravitasi cinta akan menariknya kembali dan disini berlaku hukum aksi-reaksi cinta yang kita kenal sebagai hukum Newton ketiga.
Aristoteles: Premis daripada seorang Lee Dongsoo adalah dua pernyataan 1) Lee Dongsoo adalah manusia yang mencintai. 2) Lee Dongsoo mengenal Chaerim. Maka ditarik kesimpulan bahwa seorang zoon politicon seperti Dongsoo adalah Lee Dongsoo adalah manusia yang mencintai Chaerim *eaa
FBI: Kami akan mencari tahu siapa itu Dongsoo. Langkah pertama dalam struktur pencarian adalah, kami mencari tahu siapa namanya, tunggu kami sudah tahu namanya. Lee Dongsoo, kan? Langkah kedua dalam struktur pencarian adalah, kami mencari tahu siapa yang menyukainya, tunggu kami sudah tahu siapa yang menyukainya, Han Chaerim, kan?
SBY: Maka, dengan pertimbangan yang telah melewati proses panjang tentang keadaan Ekonomi Indonesia lima tahun kedepan, bisa dipastikan Dongsoo adalah seseorang yang dipasangkan dengan pasal-pasal tertentu yang telah kita ketahui bersama-masa, dengan Chaerim.
Edward Cullen: Aku tidak tahu siapa itu Lee Dongsoo, Bella. Kaum kami tidak hidup dan menjawab seperti manusia pada umumnya. Kau akan aman dan tidak ada yang perlu diperebutkan, dia adalah milik Chaerim. Aku akan pastikan itu. Carlisle dan Esme pasti bisa mengerti.
Masa tokoh terkenal nggak ada yang tau Lee Dongsoo. Payah! Berikut menurut guru-guru saya:
Bu Okta: Karena Dongsoo duduk dengan posisi W cos Teta, Massanya lima kilogram dan percepatan A sama dengan 5 m/s, jarak Vo dan Vt 30 m, dan hasil Percepatan sentripetal yang ditempuh Dongsoo, maka Dongsoo akan menghampiri Chaerim dalam waktu satu seperempat detik.
Pak Sujitno: Penulisan nama Lee Dongsoo tidak sama dengan binomial nomenklatur, ya. Eee, Volvox Globator itu kan Protista mirip tumbuhan, ya. Jadi bisa ditarik kesimpulan karena nyamuk Anopheles betina menyebarkan benih malaria dan menyebabkan cincin-cincin di eritrosit manusia, jadi nanti Lee Dongsoo menyebarkan cincin-cincin di tangannya Chaerim, ya.
Bu Ida: Kalau kita perhatikan, siapa itu Dongsoo, kan sudah kelihatan dia itu tidak menganut teori perjanjian pembentukan negaranya Thomas Hobbes. Jadi dia pasti tidak masuk warga negara dalam bentuk kenegaraan Dominion. Kalau menurut Pancasila, sama Undang-undang pasal 23 ayat 11 tahun 1996, berarti hak kepemilikannya atau property rights-nya itu ada sama Chaerim.
Bu Endah: Nah, kalo mencari Dongsoo, lambangnya X 1 itu bisa disiasati. Pintar-pintar pake rumus. Kalau pake grafik atau eliminasi itu agak susah. Jadi pakai subtitusi saja. Kalau Dongsoo itu lambangnya alfa, berarti nanti Chaerim beta. Nanti Dongsoo disubstitusikan ke Chaerim. Gampang, kan? Susahnya dimana?
Dongsoo! Oppa! Nggak ada yang tahu siapa dia!
Baiklah. Saya jelaskan, yaa...
Awal penciptaan (?) Dongsoo itu berawal dari kepengen punya pairing OC kaya Hyunra *Halo, Hyunra-ya* Dia punya semacam OC buat OTP Hyunra sendiri, namanya Jaeyoung. Well, aku juga pengen Chaerim di pairing sama siapa gitu. Dan jadilah, Lee Dongsoo yang seksi dan menggoda *ala Ratih* *No pervert* *No Bash* *Lo kira fandom chey?*
Bedanya sama Jaera couple (check Jaera disini), mereka punya visual. Kalo Chaesoo nggak punya. Biarlah mereka tetap di angan-angan saya. Atau anggep aja Dongsoo itu Kyuhyun-ku yang manis dan adiktif. Ganteng dan evil.
Aku nggak tau kapan Dongsoo lahir. Uda lupa. Yang jelas waktu itu langsung sms Hyunra dan bilang, "Aku uda punya pair buat Chaerim!"
Itulah Dongsoo *eh, nggak jelas banget ya?*
Intinya: Dia OTP-nya Chaerim dan akan terus begitu! Apa kau pikir dia akan berubah? --> efek drama Korea
Nah, itu dia siapa Dongsoo. Buat tokoh-tokoh yang dicantumkan di atas, maaf yaa, bukan salah eke kalian semua salah. Einstein boleh dinobatkan sebagai Orang Abad Ini oleh Koran The Times, tapi menyangkut Dongsoo dan Chaerim, dia nggak tahu apa-apa. Bu Okta boleh kasih modul Fisika 06 ke kelas CI semester satu, tapi dia nggak boleh kasih modul apa-apa tentang Dongsoo dan Chaerim. *eh*
Sekiaaaan.
Much love and hugs,
Chaesoo
Love is the biggest magic of all.
Never once in my life, I really do love some people the way people wrote novels about.
Sounds tragedic, I know. Lol. I mean, you can't really expect how come you fall for one, being really deep on it, and pretending like nothing happens. Because I do pretend. All the time. And guess I've never been the one into that love.
It just, amuse me, how can you get into one person, look at his eyes, and.. well, amazing. Love begins to happen. You don't even need to questioning it. Comes naturally.
But I do know, when you feel such a thing..
You know that feeling of having such miracle. And it's unlike anything else.
-chy
Sounds tragedic, I know. Lol. I mean, you can't really expect how come you fall for one, being really deep on it, and pretending like nothing happens. Because I do pretend. All the time. And guess I've never been the one into that love.
It just, amuse me, how can you get into one person, look at his eyes, and.. well, amazing. Love begins to happen. You don't even need to questioning it. Comes naturally.
But I do know, when you feel such a thing..
You know that feeling of having such miracle. And it's unlike anything else.
-chy
Sedih Dan Bahagia, Mana Yang Kau Cinta?
Begitu sederhananya rasa sedih. Seperti gelap yang merupakan ketiadaan dari cahaya, sedih hanyalah ketiadaan dari rasa bahagia.
Di sisi yang berhadapan, bahagia adalah sesuatu yang jauh dari kata sederhana. Begitu kompleks. Orang boleh bilang aku bodoh karena mengatakan hal seperti ini. Atau orang yang pesimistis pada rasa senang. Namun, bagiku jatuh dalam rasa sakit yang menyedihkan jauh lebih mudah daripada melambung seperti balon udara yang terbang karena tekanan dari api yang meniupnya.
Ini Curhatan Masa Lalu yang Bikin Muntah!
Sometimes, I miss the moment when you called me with my
made-by-your-own name :’)
Yaampun. Aku gila, ngapain inget-inget hal kaya gituan? Yah
gak papa. Emang nyesek kalo diinget.
Maksudku, bagaimana seorang cowo bisa begitu manis hanya
karena memanggilmu *aku ingin menulis nama panggilannya, tapi rasanya ganjil*
atau bagaimana peletakan gambar hati kecil di belakang namamu bisa membuatmu
begitu senang.
Halo? Bukankah memang semua cowo bersikap begitu? Mereka
memanjakan pacar mereka dan, yah, membuatnya senang dengan hal-hal manis yang
membuatmu merasa istimewa. Melakukan hal-hal
Generator Nama (Cari Tahu Namamu Dalam Versi yang Berbeda!)
Waktu itu, aku lagi pengen bikin FF Korea.
Sebel banget, karena aku nggak jago bikin nama yang pas. Aku kepengen suatu nama itu mencerminkan seseorang yang bener-bener ada dalam hidupku *eciyeee, bahasa gue :o
Nah, kebetulan waktu itu iseng search di google, dan tadaaa! Ketemu sama rumandmonkey :D
Ayo cobaaa! Ada berbagai pilihan yang bisa kamu terjemahkan buat namamu.
Nama KOREA punyaku: Shin Sung-young
Cari tahu nama Korea-mu disini
Nama PRANCIS punyaku: Estelle Elise Archambault
Cari tahu nama Prancis-mu disini
Nama BRITISH punyaku: Chelsea Cavendish
Cari tahu nama British-mu disini
Nama JEPANG punyaku: Hiroshi Etsuko
Cari tahu nama Jepang-mu disini
Nama LATIN punyaku: Concordia Tullus
Cari tahu nama Latin-mu disini
Nama SPANYOL punyaku: Eusebia Flores Miranda
Cari tahu nama Spanyol-mu disini
Nama ITALIA punyaku: Alessia Bertolucci
Cari tahu nama Italia-mu disini
Nama AFRIKA punyaku: Sithembile
Cari tahu nama Afrika-mu disini
Kalo yang ini bukan nama, cuman kayak 'apa-yang-kamu-banget'?
Hewan PATRONUS punyaku adalah: Chincilla
Cari tahu hewan Patronus-mu disini
Aku adalah WEBSITE: Pinterest.com
Cari tahu website yang cocok denganmu disini
Nama MAFIA punyaku: Gabriella Testarossa
Cari tahu nama Mafia-mu disini
Nama WEREWOLF punyaku: Rishima Wselwulf
Cari tahu nama Werewolf-mu disini
**)
Uda, segitu aja dulu. Cepat cari tahu namamu :) Happy naming urself! (?) LOL
Sebel banget, karena aku nggak jago bikin nama yang pas. Aku kepengen suatu nama itu mencerminkan seseorang yang bener-bener ada dalam hidupku *eciyeee, bahasa gue :o
Nah, kebetulan waktu itu iseng search di google, dan tadaaa! Ketemu sama rumandmonkey :D
Ayo cobaaa! Ada berbagai pilihan yang bisa kamu terjemahkan buat namamu.
Nama KOREA punyaku: Shin Sung-young
Cari tahu nama Korea-mu disini
Nama PRANCIS punyaku: Estelle Elise Archambault
Cari tahu nama Prancis-mu disini
Nama BRITISH punyaku: Chelsea Cavendish
Cari tahu nama British-mu disini
Nama JEPANG punyaku: Hiroshi Etsuko
Cari tahu nama Jepang-mu disini
Nama LATIN punyaku: Concordia Tullus
Cari tahu nama Latin-mu disini
Nama SPANYOL punyaku: Eusebia Flores Miranda
Cari tahu nama Spanyol-mu disini
Nama ITALIA punyaku: Alessia Bertolucci
Cari tahu nama Italia-mu disini
Nama AFRIKA punyaku: Sithembile
Cari tahu nama Afrika-mu disini
Kalo yang ini bukan nama, cuman kayak 'apa-yang-kamu-banget'?
Hewan PATRONUS punyaku adalah: Chincilla
Cari tahu hewan Patronus-mu disini
Aku adalah WEBSITE: Pinterest.com
Cari tahu website yang cocok denganmu disini
Nama MAFIA punyaku: Gabriella Testarossa
Cari tahu nama Mafia-mu disini
Nama WEREWOLF punyaku: Rishima Wselwulf
Cari tahu nama Werewolf-mu disini
**)
Uda, segitu aja dulu. Cepat cari tahu namamu :) Happy naming urself! (?) LOL






