Tampilkan postingan dengan label journal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label journal. Tampilkan semua postingan

to be braver, bolder, and friendlier.

/ Januari 18, 2020 /

mengingat salah satu new year's resolution aku (yang dibikin se-realistis mungkin) adalah untuk kembali nulis rutin di blog ini minimal sebulan sekali, jadilah tulisan ini. this is it, me trying to get back into things i used to love in the site that used to be precious for me. to be fair, aku selalu care sama blog ini. it's just that sometimes things got in our way and mess with our priorities so it is easy to forget why we care into something in the first place.

Long time no see

/ April 06, 2016 /
this is just a flash update of my boring and pathetic life, since no one will read it anyway. i just noticed that this is the 4th month of 2016 and the last time I post something was like the about the time dinosaurs existed which was somewhere around august, '15. so... yeah?

---

i miss writing. really.

i really wanted to write something here. i always do. i have never forgotten the fact that i have this weird blog with the most idiot title. among the nagging my mom always said about how i wasted my "talents" (as if i have any lol what a joke) by doing nothing, i always think maybe i should just start somewhere and drop a post about a thing or two. who cares if it just a post about my little sister or about korean drama i just watched or about how do i diy my face and hair mask every saturday.

i really like to write and i want to write something actually worth to write about. it is such a pain seeing myself only able to write about my writers' block like.. that is not even a proper material to write about, let alone be my first post since eight months.

but whenever i tried to write about something (mostly fiction stuffs) even before i could reach about 500 words, i stopped. and this fucking annoying part of my brain started to tell me, "it's a trash, it's a trash."

sooo annoying,

i really miss those time where i just had something random popped out in my head and i was like, 'yeah, let's write about it.' really, i cringed so hard and face palmed myself when i read something i wrote from two or three years ago. actually, no, i cringed at everything i wrote whether it is yesterday or years ago. but something i miss about those cringy post is that i post it, i made it, i don't care who read it. i wrote for myself, just for fun. if people like it, it's a big bonus.

you know what? there's a saying that 'i'm busy' is an excuse. no matter who said it, when it is said, it's always an excuse. they said nobody is busy, it is just a matter of priority. sure, i have free time to spazz about kpop or making gifs (newest obsession aha! haha); i have time for doing my assignment for six hours a day (no kidding); i have infinite time for playing with my little cousin (bcs she is the most adorable little thing in the universe); but when it comes to writing, i always feel like i don't have time. even for a paragraph--for something nobody would read. i have personally been avoiding social medias like a plague (i begin to think those are cancerous) and this is the only place i often share my feelings or opinions about something but look how easy it is for me to abandon this place like it is nothing.

well this is just short rants. idk, let me know if you read until this point. xo!

You're more wonderful than the universe.

/ Juni 25, 2015 /
Source here


Perfection is boring.

And ugly.

Too bad, too many people crave for it. Dan bukan salah mereka, ya kan? The idea of perfection is so shining and brilliant they're being blinded by it. Idk what other expect from me, but I never expect perfection from people. It's like asking the sky to be blue the whole day and night. And it's no fun, ya kan?


18.

/ Februari 21, 2015 /
Being 18 is weird.

I have no idea how can I come up with that conclusion, because once I state it in front of people in their 40s, they will look at me like, "No. 18 is fun. 18 isn't weird."

Because how can you call it fun being 18 when you wanted to stay at your bed all day like 70, when you wanted to call your stupid doodles as a piece of 'art' like you were 5. When everyone else expected you to act like 37 but treat you like you're 12. How can you call it fun when you don't want to write your essay and just pouring idiotic phrases and make it 5 pages long on your college assignment like you're still in the middle school, and how can you expect an 18 being wise and already thinking about their future and what they wanna do when only feel like yesterday they still ask if they can go to bathroom like they're still in the high school?

And they think you fall in love like you are 23. Fall hard.

18 is just a matter of a number. You can see me being 18 and act like 7 on some days, and maybe 28 on the other days. It's like being 17 or 19. There are barely any differences. You think being 18 is fun but is it only me that think being 6 is more fun?

But I guess, whatever it is, 18 is still just a number and I still go figure out what's going on.

Staring

/ Desember 06, 2014 /
You caught me staring,
but I caught you staring back.


And then you smiled.

--

Dengan topi snapback terbalik dan gitar tergantung di punggung, dia menengadah menatap langit. Menyaksikan kembang api dan tersenyum.

Itu, sih, yang orang lain lihat. Hal lain lagi yang mereka lihat adalah dia memakai kaus berwarna hitam dengan gambar jangkar putih di bagian depannya, dengan jaket abu-abu. Memakai celana jeans berwarna gelap yang sedikit lusuh, dan sneaker vans berwarna hitam juga. Hal lain yang mereka lihat adalah dia tersenyum--lebar. Dengan mata seperti anak kecil yang melihat tipuan sulap untuk pertama kali.

Itupun, kalau orang lain sempat lihat.

Yang aku lihat--bukan bermaksud sebagai stalker yang kurang kerjaan--dia berdiri disana dengan pandangan puas. Wajahnya senang. Kalau kau lihat dia tersenyum lebar saat mendengar ujian trigonometri dibatalkan, itu bukan wajah senang seperti itu. Kalau kau lihat matanya bersinar saat dia mendapati orang lain mau mendengar musiknya setelah dipaksa-paksa, itu juga bukan mata bersinar seperti itu. Aku berdiri lima puluh meter darinya dan aku seperti mendengar isi suaranya--dan dia bahkan tidak sadar ada aku.

Tidak apa-apa. Toh, dia hanya bakal mengingat aku cuma gadis yang sekelas dengannya di satu mata pelajaran. Dia tidak akan mengingat aku sebagai gadis cantik setengah mati yang ditemuinya di sekolah atau gadis jenius yang bisa mengira-ngira kecepatan roket untuk bisa mencapai Uranus.

Lihat dia, sendirian. Sambil memasukkan tangannya ke saku celana dan terus menengadah. Kembang api meledak-ledak dan ia terpesona. Mungkin, dia suka kembang api seperti aku suka pada kata-kata. Tak apa, kembang api sebesar ini dan selama ini hanya ada sekali setahun, biarkan dia menikmatinya walau senang di wajahnya juga terlalu berlebihan. Berlebihan, karena yang menggambarkannya aku. Tak ada yang membuat aku bisa menampakkan wajah gembira seperti itu, sepertinya.

Dengan satu gerakan dia menolehkan kepalanya.

Aku.

Menatap.

Dia melihatku.

Aku?

Aku melihatnya--dan dia melihatku? Matanya membesar, alisnya naik. Kembang api meledak-ledak.
Mungkin, mungkin, dia mengingatku juga.

Lalu dia tersenyum.


end.



a/n: Well. Hai.
Untuk kesekian kalinya menyesal karena jarang posting. Maklum laaah mahasiswa, harus lebih sibuk dari dosennya.. :p
Walaupun bukan fanfiction (karena enggak menyertakan satupun tokoh, kejadian, atau latar belakang cerita) yang berhubungan dengan idola (jijik banget sih kata idola tuh sebenernya kaya "Idola gue banget Raffi Ahmad sama Gigi.. bwehh) dan ini adalah fiction standar yang ga sempet diperhitungkan jumlah kata, genre dsb.
Udalah. Pusing. Byeee~ Ga jelas banget kan.

List of things I am not and I do not

/ Juli 29, 2014 /
- I am not a morning person
- I am not a funny little girl (not anymore)
- I am (hopefully) not a weak person
- nor I am a strong one neither
- I am not tall
- I am not an easy going and friendly kind of person
- I don't like cheese
- and I don't like cheesy stuffs/person
- I am not a socmed person (holyyyyy crap)
- I am not going crazy over Justin Bieber and Zac Efron (not anymore)
- More like I don't like those kind of faces, I adore Andrew Garfield kind of face
- I don't like wearing black
- I don't like denim jacket
- I am not a kind of person who makes the first move
- I don't speak English fluently
- or Spanish or French or Korean
- I don't really share stuffs online unless my writing
- I don't like 30 degrees and up 
- but at the same time I am not going to survive 18 degrees and below
- I don't do math well 
- I never taste alcohol and I don't like people who smoke
- I don't have an instagram account (frankly I was born in wrong century)
- because I don't like people viewing my pics
- I am not great at making diy things 
- I don't like cramp at my tummy when I got my period (more like, who does?)
- I don't think I am normal
- but it doesn't mean I think I am weird 

YOU KNOW, I CAN WRITE MORE.
BUT TSK TSK  

You're a stranger

/ Juli 26, 2014 /
Memory is a strange thing, isn't it? Sometimes it is good you don't want to lose it. Other times it hurts you don't want to keep it. And most of the times they are merely junks.

Kadang-kadang kita merasa kangen dengan berbagai hal: orang, tempat, atau benda. Kadang-kadang kenangan itu sesuatu yang pengen kita simpen, kita inget-inget, kita taruh di bagian otak yang paling aman sehingga ibaratnya kalo kita pesawat, ada kenangan yang berfungsi semacam black box buat kita sendiri. Kenangan adalah satu hal yang masih bisa tinggal sama kita saat sesuatu pergi.

Tapi kadang-kadang kenangan itu juga sampah.

Kadang-kadang kenangan baunya juga bisa busuk.

Kadang-kadang kenangan yang kita simpen adalah bagian yang bagus-bagus aja dari sesuatu yang kompleks; sehingga saat sesuatu yang kasih kita kenangan dan dia datang dengan kekompleksannya, kita kecewa. Kadang-kadang kita lupa: orang dan tempat adalah hal yang bisa berubah dan benda adalah hal yang bisa hilang. Kita berharap bertemu sama sesuatu dan saat sesuatu itu uda ketemu, kita lupa yang kita simpan adalah kenangan, kita lupa bahwa everything's temporary, dan saat kenyataan beda sama kenangan.. that shit hurts.

Let us not keep it too tight; it works like a knife. <-- the heck is this lololol

Thankyou you all :')

/ Januari 08, 2014 /
Makasih 600.445 orang-orang baik di dunia. Liat statistik yang uda lebih setengah juta ini made my day :')
Iloveyou, people.

Teh Panas Pagi Hari

/ September 26, 2013 /
Nulis ini jam lima pagi kurang seperempat sambil nunggu mandi pagi dan setelah namatin kerjaan kuisioner buat karya tulis. Uda lama nggak nulis ya? Uda berapa dekade sejak terakhir kali nulis? Uda berapa lama sejak tuts-tuts laptop mulai dihinggapi sarang laba-laba saking lamanya nggak dipencet-pencet?

Masalahnya, uda berapa kali ngomong gitu?

Sekarang waktu mandi kurang sepuluh menit.

Dan mikir-mikir lagi hal apa aja yang uda berubah dari hidup. Banyak. Sekarang uda mau UAS semester empat, walau ngadepin Kimia-04 rasanya kayak nelen batu akik di kerongkongan, hidup masih terus berjalan. Walaupun sekarang uda jarang keluar-keluar sama anak-anak kayak pas semester dua atau tiga dulu, hidup masih terus berjalan. Walaupun adek aku uda masuk SD dan mama mulai sering ngeluh karena nilai matematikanya sering 70, hidup masih terus berjalan.

Waktu mandi masih kurang sepuluh menit aja daritadi.

Salah satu hal yang bikin males sama diri sendiri adalah... hidup mulai berasa nyata. Realistis. Dan untuk informasi aja, itu nyebelin banget. Nggak ada lagi puisi-puisi tentang spektrum pelangi, tangan ombak, dan lutut yang jatuh (?) Lucunya, rasanya balik ke dunia nyata kali ini nggak seperti nutup halaman terakhir dari buku dongeng atau novel teenlit, dimana kita masih kebayang-bayang banget... sampe kebawa mungkin ntar pagi di sekolah ada yang nyamperin tiba-tiba bawa bunga atau kita tiba-tiba percaya pangeran rambut pirang dengan kuda putih itu masih eksis. Rasanya kembali ke dunia nyata itu kayak bangun tidur, dan nyadar kalo tidur kemarin itu cuman sebagai hiburan karena besok ada pelajaran Fisika-04 misalnya.

Entah apa yang bikin manusia (atau aku) berubah jadi realistis. Saat kita berubah jadi realistis, hidup mulai sempit, memalukan, menyebalkan, sampe rasanya kita ngesot-ngesot pun masih nggak cukup. Tiba-tiba aja kuliah di jurusan HI rasanya jadi harapan yang kurang memperhatikan prospek, keuntungan, dan janji-janjinya di masa depan. Tiba-tiba aja kuliah farmasi jadi idaman semua orang gara-gara analis kimia lagi dibutuhkan banget dan kesempatan kerja disana gede banget. Tiba-tiba aja nggak ada mimpi masa kecil kita, tiba-tiba aja Layla uda nggak mencintai Majnun.......................

Plak.

Uda kurang tiga menit aja waktu mandi. Tadi tombol spasinya error, sih. Emang bener uda didiemin sarang laba-laba.

Tiba-tiba aja hari besok itu uda diramal susah cerahnya. Nyebelin, kan? Hal paling nyebelin jadi remaja yang setengah tanggung jawab setengah enggak sama sekolah adalah susah nentuin masa depan. Apalagi kalo minggu depan ada tes sumatif. Apalagi kalo masih kebayang-bayang berapa bulan lagi ke Balinya...  BERAPA...  Apalagi kalo Ujian Nasional uda taun depan aja. Cepet iya, diarep-arepin dateng.. nggak terlalu sih.

Waktu mandi uda lebih dua menit. Udaan ah postnya. Should've been time to go back to somethin we called reality :')

He doesn't familliar with the word "exaggerate."

/ Agustus 06, 2013 /
Gimana ada sih orang yang nulisnya bagus banget kayak gitu? Cowok lagi. Uda tenang, gak meledak-ledak, pemikirannya dalem banget, susah dicerna, bikin orang merenung dan mikir... yaaaa, same here. Begitu jujur sama tulisannya, gak mengada-ngada, gak berusaha bikin orang terkesan, gak persuasif, gak sok-sokan. Kenapa Tuhan bikin ada cowok SMA yang nulis kaya bukan manusia? Kenapa dia bisa nulis dengan gaya yang tenang tanpa keburu mikir kata-katanya bakal ilang? Kenapa dia nggak punya masalah sama kata-kata yang menguap? KENAPA?

Aku bilang, dear folks. Aku keren karena bisa nulis puisi berbait-bait pake rima. Aku keren karena aku baca Haruki Murakami dan Dan Brown. Aku keren karena aku ngefans banget sama Sapardi Djoko Damono. Aku keren karena aku bisa bedain sepuluh tenses berbeda dan aku merasa keren saat baru nemu padanan kata baru di urbandictionary.com. Aku keren karena blog aku statnya bisa sampai 360rb dalam satu setengah tahun. Aku keren karena aku pengen Love and Misadventure-nya Lang Leav. Aku keren saat seseorang ngutip "I swear we were infinite," dan tahu quote itu darimana. Aku keren karena di rak bukuku ada buku Pride and Prejudice. Aku keren karena aku pernah baca Anne of Green Gables dalam bahasa Inggris dan dengerin audio book-nya di youtube. Aku keren karena... KARENA CUMA AKU YANG MERASA AKU KEREN. Iya aku lagi sombong dan biarin aja abaikan yang satu ini karena aku mau nulis tentang sesuatu yang lain dan karena aku nulis dengan kecepatan empat puluh kata per menit.

Oh ya, keren karena bisa bikin list idiot tentang kenapa dan gimana jadi keren... karena itu cuman keren abal-abal. Karena cewek keren mana yang nggak langsung beli majalah Ceci waktu tau ada foto-foto Lee Donghae pake baju tidur dan rambutnya messy morning... dan AH UDA NGGAK BAHAS ITU.

Dan heck, rasanya baca sesuatu yang sederhana setelah nulis meledak-ledak itu kaya dilemparin ke awan sama bintang-bintang trus kembali lagi dan sadar kalo kita harus nginjek tanah. Rasanya kaya dikasih kain batik setelah dikasih setelan night-gown dari Gucci. Rasanya kaya kembali sama ikan asin setelah satu tahun makan ikan salmon. Rasanya kaya dikasih lagi bunga melati setelah sebulanan pake parfum Chanel No. 5. Rasanya kaya... kaya menghirup udara yang sederhana, bersih, ga pake konotasi, dan aku suka! Demi Tuhaaaaaaan... Ciptakan satu juta--bukan, satu miliar lagi orang yang nulis kaya dia. Ciptakan lagi satu triliun orang yang bisa nulis dan bikin orang-orang ngangguk-ngangguk sama tulisannya. I beg you PLEASE PLEASE PLEASE. Dunia butuh lebih banyak lagi orang yang bisa nulis tanpa kata sederhana namun memaksudkannya. Dunia butuh orang-orang dengan jari yang mengetik dengan halus di keyboard dan mikir dulu sebelum nulis tanpa ngetik tombol enter dan backspace keras-keras. Dunia butuh orang-orang yang nulis diary publically dan nunjukin sama dunia itu sendiri betapa mereka sederhana, betapa mereka nggak dibuat-buat, BETAPA AKU BUTUH JADI KAYAK MEREKA DAN NGGAK NULIS MELEDAK-LEDAK KAYAK GINI...

Betapa aku jadi Mia Thermopolis-nya Meg Cabot dan itu satu bukti lagi aku nggak bisa nulis tenang tanpa pake capslock KAYA GINI tapi masa bodo, aku habis nangis. Nangis karena baca sesuatu yang sederhana. Nangis karena ternyata hidup bisa indah banget kalo kamu tau cara nulisinnya dengan tepat. Nangis karena seseorang serasa bener-bener mikir sebelum nulis. Nangis karena selamanya aku nggak bisa nulis dengan cara yang aku pengen. Nangis karena orang lain bisa gitu. Nangis karena cuman sedikit orang yang bisa. Dan nangis karena AKU UDA NEMU SALAH SATUNYA :') Selamat selamat selamat. Cuman sedikit orang yang bisa nulis dengan jujur dan aku bukan salah satunya, TAPI KAMU IYA!

Gimana bisa ada orang nulis segitu bagusnya?

Bahagia itu sederhana, kok.

/ Juli 09, 2013 /

Aku nggak tau gimana sama kamu, tapi buat aku, bahagia itu sederhana.
Image source from here

Sama kayak bete. Bete itu juga sederhana. Keinget waktu baca salah satu tweet @poconggg yang pake tagar #BeteItuSederhana dan kalo nggak salah waktu itu dia ngomongin tentang bete karena ada sinyal internet, tapi inetnya gak jalan-jalan. See? Bete itu bukan hanya waktu kamu bingung setengah mati karena mikir nggak ada baju yang cukup bagus dipakai pas jalan sama gebetan atau waktu kamu sebel karena siaran tv kamu bermasalah saat badai topan halilintar. Bete itu ada saat kamu menyadari ada pita yang nggak cocok di baju yang kamu taksir di mall atau saat kamu nyalain tv dan nggak ada channel yang cukup bagus buat di tonton. Masalahnya sama, kan? Tapi hal-hal kecil juga bikin kamu unmood. 

Kangen nulis.

/ Juli 08, 2013 /
Image source from here
Test. Test.

Cek posting list dulu, dong. Wow. Dua minggu nggak nulis. Iya, lo harus bilang WOW karena itu masalah banget buat gue. Nah, random kan. Efek nggak nulis dua minggu. Aku pernah nggak ngepost apapun satu bulan dan balik masih waras. Ini empat belas hari nggak balik aja kok rasanya uda schizofrenia (iya, nggak peduli tulisannya gimana) dan rasanya tangan kaku. Kata-kata berhenti di ujung lidah. Kalimat berhenti di ujung jari. Apapun lah.

Ada beberapa hal yang pantes dijadiin headline penting buat post kali ini dan semuanya akan ngomongin beberapa hal. Yang pertama aku, kedua aku, ketiga.. aku. Tunggu, ada yang lain lagi, aku.

Yang pertama, duh. Sesuai judul ya, rasanya kangen banget nulis. Uda lama banget nggak ngeklik kotak di atas dasbor, warna putih abu-abu, gambarnya pensil, judulnya tulis entri baru. Apalagi buka microsoft word atau notepad, trus tiba-tiba nulis fanfiction. Ah, uda bukan aku lagi :') Makanya kangen.

Kamu disayang? Beruntung, dong.

/ Mei 26, 2013 /
Orang disayang itu beruntung banget, ya. :')

Iya. Ini nulis dan ngepost di waktu nyolong-nyolong saat seharusnya nulis enam halaman resume dan sekarang baru nyampe empat. Tapi tiba-tiba kesangkut di twitter saat seorang temen nge-caps sms dari pacarnya dan DEMITUHANHUJANBADAI hampir nangis bacanya.

Enggak, nggak bakalan aku tulis pacarnya nulis apa. Wek. :p

Pokoknya beruntung banget kalo kamu punya seseorang yang mau sayang dan care sama kamu. Saat kamu sedih. Saat kamu jatuh. Saat kamu ngerasa bukan kamu. Saat kamu ngerasa nggak ada. Beruntung banget punya orang yang bikin kamu merasa naik roller coaster, punya sisi ups and downs. Beruntung banget kalo kamu... nggak jomblo kayak aku.

Ih. Gini-gini juga ada yang merhatiin. B)

Feminis boleh bilang kalo cewek lebih cantik saat dia berdiri di atas kedua kakinya sendiri dan NGGAK merasa butuh seorang cowok untuk care sama dia... but well, that's what we, normal girls would do. Wouldn't we? Kenyataannya, kita cewek. Kita merasa beruntung saat ada orang yang bilang kita cantik saat kita merasa jelek. Kita merasa beruntung saat ada orang yang bilang kita pintar saat kita merasa bodoh, yang bilang kita harus semangat saat kita merasa putus asa.

Iya nggak, sih? Nggak tau juga. Kalo aku ngerasa gitu.

What do you mean you aren't lucky enough?
Your Mr. Right isn't coming yet, y'know?


Now that's what we call a mistake.

/ April 16, 2013 /
Easily fall for someone is a mistake. :')

That's what I exactly wrote on my mobile note. Easily fall for someone is a mistake. Mistake. Mistake. Mistake. Mistake. We make mistake every single day of our lives, but fall for someone stupid is a big mistake. Fall for someone stupid and hope him to do the same is a bigger mistake. But easily fall for cute sentences, little praises, just few days texting, and then tell your bestfriend along is an EPIC mistake. And idiot, actually.

**)

Nah, gimana kalo lo juga baca?
Asdfghjkl banget tau nggak saat seseorang bilang dia suka kamu (not exactly what he said, but... hey, no difference!), lalu dia ngilang gitu aja.
Sementara kamu uda terlanjur suka sama dia.

Sadly, that was what exactly happen to me.
What-so-ever, but...
I do miss him.

(tentang) menjadi dewasa

/ Februari 06, 2013 /

Everybody grows up, kay? 

6390248467_90cde0aaa9_z_large_large
image source from here

"Entar kalo anak ini udah besar, gimana ya?"

Jadi inget pertanyaan salah satu temen yang ditujukan sama aku. Entar kalo anak ini udah besar, gimana ya? Pertama denger sih, aku kayak, ha? Aku emang udah besar. Emang kelas satu SMA itu kurang besar, ya?

But well, let's admit it.
Menjadi besar (atau mari kita menyebutnya menjadi 'dewasa') ternyata nggak seenak yang kita pikirin dulu. Emang apa sih yang kita pikirin dulu? Sepanjang aku bisa mengingat, kayaknya yang kita pikirkan adalah: jadi dewasa itu gampang banget punya duit, bisa pergi kemana-mana seenak hati, bisa nyuruh siapa aja, dan bisa makan es krim kapan aja. Jadi dewasa itu berarti nggak ada yang bisa menyuruhmu bangun pagi dan menyuruhmu tidur siang atau cepat-cepat tidur malam. Jadi dewasa berarti bisa nonton tv kapan aja.

WTH WAS I THINKING?!

Oke. Mungkin sebagian pernyataan itu bener. Untuk sekarang, walau aku belum dewasa, secara garis besar ada hal-hal yang bikin kita seneng. Seperti nggak ada orang yang akan menatapmu dengan heran saat kamu pergi ke mall sendirian dengan teman-temanmu. Nggak akan ada yang ribut tentang film apa yang baru kamu tonton di bioskop. Kamu bisa milih buku apa aja yang sampulnya kamu suka di toko buku.

TAPI ITU SALAH.

Seasyik apapun jadi orang dewasa, ternyata kamu mulai mikirin berapa uang yang cukup buat kesini, kesini, dan kesana. Kamu mulai mikirin apa yang harus kamu pakai sampai pusing karena nggak ada yang cukup bagus di lemarimu (dan kamu bertanya-tanya gimana hampir SEMUA bajumu kelihatan bagus waktu kamu masih kecil). Kamu mulai khawatir tentang bagaimana kamu terlihat; apa yang kamu bicarakan; bagaimana orang lain memandangmu bila kamu ngomong ini-itu. Kamu mulai harus menyadari sebagian yang kamu lakukan itu salah. Kamu mulai serius tentang dekat dengan beberapa orang dan harus siap menghadapi konsekuensinya.

Menjadi dewasa bukan sekedar bebas membeli apa yang kamu ingin. Ada uang dibaliknya, yang parahnya adalah uang yang harus kamu cari sendiri. Menjadi dewasa bukan sekedar memakai pakaian yang kamu suka. Ada orang-orang yang akan mengamatinya dan menilai apa yang mereka lihat. Menjadi dewasa bukan sekedar menerima semua hak, tapi juga memikul semua tanggung jawab.

(Memikul tanggung jawab. Tepat hal terakhir yang ingin aku lakukan di dunia, tapi jelas hal pertama yang harus aku lakukan.)


image source here

Percaya, deh. Orang dewasa nggak bisa nangis selama yang mereka suka. Orang dewasa nggak punya orang lain yang harus disalahin (oke, ini aku yang sinting). Orang dewasa nggak punya kebebasan untuk jujur TANPA memikirkan betapa enaknya bohong, seperti anak kecil. Orang dewasa punya sesuatu yang disebut 'realistis', satu hal yang membuat mereka gila berpikir tentang mengapa dulu waktu kecil mereka ingin jadi dewasa seperti sekarang.




Mereka sudah jadi kupu-kupu, dan mereka harus terbang.
Tapi bukan berarti selamanya terbang itu enak.
Pernah memikirkan kemungkinan jatuh dan sayapmu patah?

hello february.

/ Februari 01, 2013 /

BEBERAPA HAL YANG MEMBUAT HARIMU NGGAK MASUK AKAL DAN NGGAK TERASA BEGITU BAIK:

Apakah harimu menyenangkan? Apakah harimu berlangsung cukup baik? Atau, apakah harimu buruk, terdengar konyol, dan kedengarannya begitu tragis sampai-sampai kamu nggak percaya kamu baru saja menjalaninya?

Yang terakhir adalah hariku. Well, let us see kenapa aku punya hari yang super duper dorky, geeky, dan nerdy banget:

1. Duduk di kantin bermeja panjang yang di hari-hari baiknya bersih dan di hari-hari buruknya, ehm, banyak permen karet yang nempel. Bengong di sana, dan nggak sengaja denger seseorang dari kelas A1 atau A2 (Atau kelas B?) yang cantik dan sedikit populer bilang, "Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar." Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar. Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar. Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar. Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar. WTH? Maksudnya apa? Bilang sesuatu seperti itu dengan nada mengharap seperti bilang "Tas YSL di mall kemarin keren banget!" Atau "Aku pengen punya tato banget!". Yang terdengar konyol, karena, hey, jadi itu yang dilakukannya sepanjang semester? Mengharapkan seseorang dari kelasnya bertengkar supaya dia bisa melihat siapa yang menang dan menyoraki yang kalah? Kenapa dia melakukan hal yang nggak wajar dibandingkan melakukan, katakanlah, mulas-mulas menunggu hasil nilai trigonometri (yang aku lakukan akhir minggu ini) atau cemas berharap apakah makanan favoritnya bakal dihapus dari kantin sekolah karena program sekolah sehat yang konyol tingkat tinggi itu (yang aku lakukan, menunggu sekolah bikin peraturan yang lebih lucu daripada mewajibkan muridnya melap keringat atau ingus dengan sapu tangan dan bukannya tissue)

Ya ampun, di kelasku nggak ada yang bertengkar! Good shot, Miss-_-

2. Masih duduk di kantin, dan siap-siap menambah daftar dari program sekolah sehat (yang konyol), karena terkejut gara-gara ada dua lubang baru di sebelah kanan SETIAP meja kantin di sekolah. Bukan lubang semacam Black Hole, atau lubang perangkap tikus yang ada di film-film kartun. Tapi dua tempat sampah berwarna biru (artinya organik) dan kuning (artinya anorganik). Serius deh, siapa sih yang butuh makan sementara ada dua tong sampah di sebelahnya? Aku jadi inget film Wimpy Kid pertama dimana Greg Haffley harus nahan siksaan gara-gara nggak dapat kursi di kantin sekolah dan terpaksa makan di sebelah tempat sampah. Nah, di sekolahKU? Kami harus makan dua kali istirahat di semua tempat dan nggak ada kemungkinan untuk jauh-jauh dari tempat sampah. Mereka seriusan lucu banget. Aku tahu maksudnya, sih, supaya murid-murid yang baru makan camilan yang ada bungkusnya bisa berdiri dan langsung buang bungkusnya disana dan nggak lupa meninggalkannya di meja kantin. Tapi mereka BISA kan nggak meletakkannya di sebelah kanan meja? Mereka bisa meninggalkan tong-tong itu di sebelah air mancur (yang secara nggak resmi seperti pintu keluar dari kantin). Perut mereka kuat banget, deh. Serius.

3. Merasa seperti kayu berjalan sepanjang hari karena ada rasa sakit seperti ditusuk-tusuk di lengan dan perut. Itu namanya sial karena beberapa orang beruntung di kelasku nggak merasa tubuhnya sakit sama sekali setelah tes olahraga fisik kemarin. Sekolah kami nggak punya gymnasium, dan tes-tes seperti sit up, back up, dan push up (atau kita bakalan menyebutnya penyiksaan nggak alamiah) dilaksanakan di aula besar yang lantainya keras dan dingin. Jadi ceritanya, setelah beberapa lama Pendidikan Jasmani cuma diisi dengan latihan kelenturan atau apa, minggu ini mereka ngadain tes. Aku uda pernah dites dengan penyiksaan nggak alamiah waktu SMP dulu. Parahnya sekarang, aku cuman dapet 18 sit up, 49 back up, dan 19 push up kali ini. Semuanya masing-masing dalam 30 detik. Itu uda lumayan. Yang nggak lumayan adalah aku bangun pagi-pagi dan merasa nggak bisa bergerak (kalau kalian lihat music video Shock-nya Beast dan ada bagian saat Yoseob diikat pake kabel-kabel kawat dan ekspresinya kesakitan, mungkin kayak gitu rasanya). Sakitnya sih, udalah. Tapi yang bikin sebel adalah penyebabnya. Aku nggak pernah paham kenapa kita butuh Pendidikan Jasmani yang dinilai pakai angka dan huruf. Karena Pendidikan Jasmani kerjanya seperti pelajaran musik, ada bakat tertentu yang membuatmu nggak bisa dapat nilai A atau 80 disana. Atau kenapa kita harus menjalani penyiksaan nggak alamiah seperti itu. Seriusan deh. Hal terakhir yang dibutuhkan cewek-cewek adalah mendapati lengan dan kaki membesar gara-gara otot. Well, mungkin sebagian cewek mau, tapi jelas aku nggak. Aku mungkin terlalu kurus sekarang, dan protes saat aku uda gemuk nanti. Tapi sebuah protes nggak akan cukup saat kamu mendapati ada otot-otot bermunculan di tubuhmu. Eugh.


Nah, sekarang sadar kan kenapa hariku nggak masuk banget dalam hitungan hari terbaik sepanjang masa? Yep. Ini bukan jenis hari dimana ada pesawat alien tiba-tiba parkir di depan rumahmu (hari mengejutkan) atau hari dimana tiba-tiba seorang cowok bilang kamu cantik (hari mustahil). Ini cuma hari biasa. Hari Jum'at yang nggak ada istimewanya.

TAPI

Ini bulan Februari. Jadi apa? Tanggal 3 adalah ulang tahunnya Cho Kyuhyun. Tanggal 14 adalah International Forever Alone Day. Dan blog ini akan ulang tahun yang pertama buat bulan ini! It's your fckn birthday month, honey. Celebrate it all the way!

HAPPY BIRTHDAY! DONT WASTE YOUR BIRTHDAY CANDLE WISH ON ME! LOL.

OH MY DEAR GOD,

/ Desember 07, 2012 /

Why am I writing such a thing to you? Exactly, actually I have no idea. This just came out of my mind and You are the first person (actually not person but I dont know what to call You) that pop out and well, this is me, writing a letter to beloved You. Yeah, I love You, as always.

Should I ask you, kind of "How are you?" thing? No? Good.

Cause if you asked me back so, I really dont know how to answer. Maybe I'm good and healthy outside. Looks perfectly fine, doesnt it? Looks like I dont get some kind of heavy problems involved me, or my family, or maybe my friends. I care about them. Now I need them to care about me, but they dont. This just about You and Me, right? So I'll write down some things that crap me out lately. Broke me down and mess me up. Sounds ironic.

Happy Birthday, Ayah!

/ Desember 02, 2012 /

Selamat ulang tahun ke 46, Ayah!



Walaupun ulang tahunnya masih besok, nggak papalah ngucapin sekarang. Iya, kan? :P Lagian besok sindrome i-hate-monday-and-feel-bad-about-it bakalan melanda dan nggak bakalan ada mood buat nulis. Sooner doesn't always mean better, but somehow, it's better than later, right?

**)

Kenangan tentang pria itu selalu sederhana.

Aku selalu mengingat ayahku dengan cara yang lain. Aku tidak tahu bagaimana anak-anak gadis lain berpikir tentang ayahnya. Mungkin kenangan mereka adalah saat ayah mereka pulang dengan wajah lelah, lalu tersenyum, dan menggendong mereka dan tertawa bersama. Kurasa aku juga punya yang semacam itu, hanya tidak terlalu spesifik.

already i'm so lonesome i could die

/ November 07, 2012 /
.
.

jadi, ceritanya ini jam 17:45 dan aku belom mandi.
nggak penting sih.

kenapa judulnya itu? kenapa?
hari ini tiba-tiba ada kabar deadline musikalisasi puisi. makasih loh, yaa buat bu henny. karena kelompok saya bahkan belom punya bayangan ntar musikalisasi itu kayak gimana.

untung nemu lagu itu.

isn't it wonderful?
song makes us unite. just like that one did. entah kenapa, dengerin lagu itu. judul puisinya sahabat. dan ada aura-aura mau berpisah karena aku nggak tau senin depan MASIH di A18 apa nggak.

.
.

kenapa kalo nulis post sekarang ada titik-titiknya? those dots, just like this post. kind of stuffs you'd probably like to throw out and...
eat? like a meal?

aduh nggak tau deh. pokoknya lagu itu enak. so kiss me and smile for me. tell me that you'll wait for me. hold me like you'll never let me go.

cause i'm leaving on a jetplane...

oh ya, besok ada remed matematika sama fisika. argh.
cuman mau beritahu itu aja

oh babe, i hate to go..

what if?

/ November 03, 2012 /
should i give up? or should i just keep chasing pavement?



tadi, seseorang bilang, "Uda ada calon tujuh anak buat kembali ke reguler."
and i was like, "Seriously? Tujuh? Seseorang pasti bercanda."

well, nyesek banget.
kalo kamu liat film thriller dan dari delapan belas tokoh cuman tujuh orang yang mati, itu tergolong cuman dikit.
tapi kalo kamu lagi naik bus, busnya kecelakaan, dan kamu ngalamin sendiri, *naudzubillah deh* dan ada tujuh dari delapan belas orang yang meninggal..
kamu baru bakalan tahu kalo ternyata TUJUH ITU BANYAK. Banget.

kadang aku mikir, oke, nggak papalah kembali ke reguler.
dunia juga nggak akan kiamat meski aku turun dan keluar dari kelas itu.
tapi terkadang mikir juga hal-hal aneh kayak, "Mungkin aku bukan anaknya ayah-mama lagi kalo aku turun ke reguler." atau, "Mungkin nggak akan ada orang yang mau temenan sama aku lagi kalo aku turun ke reguler." atau, "Kamu bakalan jadi orang paling bodoh, idiot, dan keliatan nggak punya otak kalo sampe turun ke reguler!"

which is, jlebb banget.

aku sudah berkali-kali bilang sama diri aku sendiri, "Udalah. Turun ya turun aja. Ngapain dibikin ribet?"
dan uda berkali-kali bilang ke temenku, ratih, "Aku uda pasti turun ke reguler dan aku uda siap."

tapi, ternyataa *ketawa sumbang* aku nggak sesiap itu.

tetep aja rasanya kaya ada yang mukul-mukul dadaku.
to feel like you have such a big power, that was an amazing feeling.
to feel like you're the special one, have a class, and different (in a good way), that was a precious feeling.

mungkin, aku cuma merasa nggak siap dianggap biasa lagi.
dianggap bodoh lagi.
dianggap nggak punya keistimewaan lagi.
dianggap aneh lagi.
dan dianggap-dianggap lainnya.

karena aku uda jadi seseorang yang 'biasa' seumur hidupku dan nggak ada cara untuk merubahnya.
aku uda jadi seseorang yang 'bodoh' sepanjang umurku dan nggak akan ada yang pendapat yang menggantinya.

aku capek.

just let it flow. let it be.
but i just couldn't.
they say it isn't a very big deal to back to usual place you used to be.
but actually, it is. sorry to say such thing.

aku jadi inget seseorang yang pernah bilang, "Carry on, please?"
itu sederhana.
tapi kalimat itu masih aku inget sampe sekarang.
seseorang yang jauh, tahu aku bakal nyerah sebelum tanding, dan dia ngucapin kata-kata itu.

asdfghjkl.
kyuhyun-ah? dongsoo-ya? what if...
what if i told you if there was a sunshine, in the end of the tunnel?

/but never give up on anybody. or anything. miracles do happen everyday./

**)

a/n: aku bener-bener suka bulan november, tapi buka catatan awal bulan sama curhatan galau kaya gini. :'(
aaah, galau maksimal malem ini. minggu depan rapot semester satu dibagi.
dan senin, hari yang menentukan. akankah tetep di A18? atau ikut moving-class kaya yang lain?
aku. belom. siap.
 
Copyright © 2010 I'm mostly tired., All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger