[DRABBLE] I'd Learn to Say I Love You

/ Oktober 26, 2012 /
"Aku tidak suka Dongsoo yang seperti ini."

"Trus? Masalah buat lo?"

Krik~ Krik~

-END-

Eeh, bercanda. Tau tuh, akhir-akhir ini Lee Dongsoo evil banget. Suka deket-deket Kyu sih. Mari kita cium, eh, kita kaplok bersama-sama readers! *dibunuh SparKyu

Taulah mau nulis apa. Sudah dibilang saya lagi random. Arg.


I'd Learn to Say I Love You
Drabble; OC-pairing (Chaesoo Couple); Romance


Sedetik. Setengah detik.

Nah, aku kedapatan sedang memandangnya lagi. Bodoh. Aku sungguh-sungguh merasa bodoh. Namun aku selalu melihatnya lagi. Dan selalu ketahuan lagi. Beruntungnya Han Chaerim, pemuda itu tidak pernah komplain atau memarahiku tentang apapun. Padahal, jika aku berada di posisinya, aku akan melabrak diriku sendiri dan merasa tidak terima.

Tapi kenyataannya, Dongsoo, pemuda itu, tetap duduk tenang sambil mendengarkan kelas Literature Nona Bong dan sesekali mencatat sesuatu.

Tidak. Dongsoo itu menyebalkan. Dia selalu mengejek kemampuan olahragaku yang pas-pasan dan nyengir seperti kuda poni hitam milik Jonghwa saat mendapatiku dapat nilai C minus di kelas Aljabar. Dia selalu tertawa melihat tulisanku yang tidak bisa dibaca di papan tulis. Dia selalu mengatakan rambutku tidak terikat dengan benar. Dia selalu mengatakan tali sepatuku tidak pernah terikat dengan benar dan menginjaknya dengan sengaja, walau aku tidak sampai jatuh. Dia selalu melakukan hal-hal yang aku benci.

Anehnya, kurasa hanya perbuatannya yang aku benci.

Kelas Sejarah berlalu dengan cepat. Tidak terasa. Mungkin karena aku merasa mengantuk. Aku harus cepat-cepat ke bawah dan mengambil catatan Fisikaku di loker. Lokernya berada tiga lantai di bawah kelas ini, terimakasih Tuhan. Aku sudah merasa capek bahkan sebelum melangkah.

"Hey, kau."

Tasku ditarik seseorang. Kurang ajar.

"Tas ini berat, jadi jangan ditarik sembarang.."

Lee. Dongsoo. Hai. Mau apa? Aku harusnya mengatakan hal-hal semacam itu, tapi aku malah terdiam dan merasa gelisah. Sangat gelisah.

"Kau," Dongsoo mencengkeram kardigan Daego-ku. Hal itu membuatku semakin gelisah. "Aku tahu kau memandangiku sepanjang Kelas Sejarah. Dengan cara yang tidak biasa."

Rasanya seperti mati. Tidak ada udara. Tidak ada oksigen.

"Iya, kan?"

Tidak ada udara. Tidak ada oksigen. Ah, ini dia. Aku menarik nafas. Kuberitahu, wajah Lee Dongsoo tampak menyeramkan saat berbicara serius dan kali ini dia tampak menderita serius-disorder, jika ada penyakit seperti itu.

Aku hanya bisa menjawab, "Aku tidak bermaksud.."

"Katakan padaku, kau suka padaku, bukan begitu?"

Aku tercekat. Dongsoo-ya, pasti dia sedang main-main. Rasanya seperti ingin menangis. Rasanya seperti ada yang menggumpal di tenggorokanku.

Rasanya seperti diberitahu bahwa roti gulung yang tadi pagi kau makan ternyata sudah busuk dan disimpan di lemari selama tiga minggu.

Ekspresi Dongsoo melunak. "Karena aku juga akan mengatakan bahwa aku menyukaimu."

**)

A/N: E-e-electric E-e-electric shock *nyanyi Electric Shock bareng Krystal*
Nah, gimana? Unsur ketidakjelasannya benar-benar jelas namun sulit dijelaskan karena penjelasannya tidak begitu jelas kan?
Aduh. Saya bingung dengan saya sendiri. *readers: "Apalagi kita nyet! Sarap lo, ya?"
Terserah mau ngomong apa. Kali ini semua terserah.. *Glenn Fredly dateng
Cukup. Hentikan. Serius. Ini FF terinspirasi dari seorang teman, ceritanya unrequited love, belom dinyatain sih. Harapannya bisa jadi cinta beneran *peluk Meyrinda X-3
Dan semoga cinta kisah teman kita yang satu itu berakhir dengan ending seperti Chaerim dan Dongsoo dalam FF ini. Semoga juga Dongsoo-nya teman kita tidak sejahat Lee Dongsoo punya saya. Dan info juga: FF ini judulnya couple-an sama FF di bawahnya. Check juga yah!
Wah, baru sadar FF sama note-nya panjangan note, ya? Yauda deh. Sekian wassalam. Muah buat readers ^^

1 komentar:

{ Reene Reene Pott } on: 15 Desember 2012 22.32 mengatakan... Balas

Wuaaahh... bahasanya pol! aku suka bahasamu XD

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 I'm mostly tired., All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger