Ini Curhatan Masa Lalu yang Bikin Muntah!

/ Juli 05, 2012 /

Sometimes, I miss the moment when you called me with my made-by-your-own name :’)

Yaampun. Aku gila, ngapain inget-inget hal kaya gituan? Yah gak papa. Emang nyesek kalo diinget.
Maksudku, bagaimana seorang cowo bisa begitu manis hanya karena memanggilmu *aku ingin menulis nama panggilannya, tapi rasanya ganjil* atau bagaimana peletakan gambar hati kecil di belakang namamu bisa membuatmu begitu senang.

Halo? Bukankah memang semua cowo bersikap begitu? Mereka memanjakan pacar mereka dan, yah, membuatnya senang dengan hal-hal manis yang membuatmu merasa istimewa. Melakukan hal-hal
yang tidak pernah dilakukan orang lain sebelumnya kepadamu. Makes you feel so special for him. It’s sooo very nice. And romantically makes you fall in love over, and over.

Tentang bagaimana kau menyukai hal-hal kecil yang benar-benar sepele. Honestly, aku nggak nyangka bakalan seneng ngeliat seorang cowo memandangku dengan pandangan grogi dan bingung. Tentang bagaimana aku akan menahan ketawa melihat mereka bingung mau ngomong apa atau akan merespon apa. Dasar. Cowo, dengan segala kehebatannya, sebenarnya adalah makhluk bodoh.

Namun itu juga tentang bagaimana seseorang menyukai hal-hal kecil yang benar-benar sepele plus remeh temeh tentangmu. Tentang bagaimana seorang cowo yang mungkin senang berbagi denganmu atau yang lain. Tentang bagaimana seorang cowo bisa membuat diri mereka takut akan hal remeh agar membuatnya tampak berbeda di depanmu. Tentang bagaimana seorang cowo bisa meletakkan bintang-bintang –yang sampai sekarang tidak ku tahu artinya di belakang nilaimu.

Dan mungkin tentang bagaimana seorang cowo membuatmu suka menghabiskan waktu memandangi hujan. Tentang bagaimana kau begitu terkejut bahwa seorang cowo yang kau sukai adalah pemain futsal yang hebat. Tentang bagaimana kau, dengan segala kebodohan alamimu, membiarkan dia pergi tanpa mengira bagaimana sakitnya itu. Juga tentang semua yang kau lakukan untuk melupakannya. Udara dingin, pegunungan, debu, letusan vulkanik dan semua yang mampu membuatmu lari dari kenyataan kau harus segera memutuskan apa yang akan terjadi antara kau dan dirinya.

Yang terpenting, aku rindu bagaimana ucapan selamat malam dari seseorang bisa membuatku tidur nyenyak malam itu. Bagaimana rasa kesalku saat tahu dia bahkan sudah tertidur saat kau mengharapkannya bangun. Atau bagaimana obsesi menculek mata seseorang bisa sangat membuatmu berhasrat hanya karena seseorang itu tidak menyetujui hubunganmu dengan cowomu.

Bagaimana perubahan seseorang bisa begitu membuatmu kesal. Bagaimana kau bahkan tidak berniat memeluk pemberiannya hanya karena takut semua itu akan membuatmu terlihat cengeng dan mengeluarkan airmata. Tentang rasa ganjil saat mengingat mereka, yang membuatmu gila. Biarlah.

Mungkin sudah begini, biarlah begini. Mungkin memang sampai segini cerita yang harus disudahi. Mungkin memang, yah, sudahlah. Mungkin harus sadar semua telah berakhir :’)

**)
a/n
Gila adalah: Menulis catatan tentang masa lalumu yang bodoh banget
Lebih Gila adalah: Ngepost-in sesuatu tentang catatanmu itu di blog yang artinya bisa dilihat publik

Biar aja. Lagi iseng-iseng ubek-ubek file masa lalu dan nemu catatan ini. Kalau bacanya dulu, pasti uda nangis darah (?) mewek-mewek. Sekarang, baca catatan itu masih ada rasa nyesek, tapi uda lebih biasa aja.

Dan nggak tau kenapa pengen ngepost disini. Biarlah, nggak peduli siapa aja yang baca! Pasti lagi ketawa, cewek ini catetannya depresi banget, jangan-jangan sekarang uda bunuh diri?
Ah, nggak! Itu cuman masa lalu yang bodoh. Don't judge me by my past, I don't live there anymore.
Sekian. :)

2 komentar:

{ Reene Reene Pott } on: 15 Desember 2012 22.42 mengatakan... Balas

Hei, kalau boleh tahu, line berapa nih?
Haha, ceritamu mirip dengan cewek kebanyakan :) itu normal,

{ sheilaa } on: 16 Desember 2012 01.12 mengatakan... Balas

@Reene Reene Pott: Line 96 disini ^^ Kakak line berapa?
Makasih komentarnya :)

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 I'm mostly tired., All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger